Mengenal Istilah Debet pada Pembukuan, Begini Cara Kerjanya

Share this Post

Table of Contents
shopee pilih lokal

Pengertian debet adalah catatan pada pos pembukuan yang menambah nilai aktiva atau mengurangi jumlah kewajiban. Pencatatan debit biasanya berada di sisi sebelah kiri.

Penambahan aset bisa berupa uang, alat, hingga sewa ataupun piutang. Adapun pencatatan kredit terletak di sisi kanan.

Jika kamu seorang nasabah bank, pasti sudah tidak asing dengan istilah debit dan kredit. Sistem pembukuan ini dipakai oleh bank juga.

Pada bank, pengertian debet adalah jumlah yang mengurangi deposito pemegang rekening pada banknya.

Sebagai pemilik bisnis e-commerce, penting untuk mengetahui pembukuan, agar bisa mencatat setiap transaksi, pengeluaran, hingga pemasukan.

Debit menjadi salah satu unsur penting di dalamnya.

Baca Juga: Pengertian Nota Debit dan 3 Fungsinya dalam Bisnis

Debet yang Merupakan Entri Pembukuan

debet adalah
Foto: Perhitungan Akuntansi (freepik.com)

Menurut Zoho, debet adalah entri yang dicatat untuk pembayaran yang dilakukan atau terutang. 

Dalam akuntansi, pengertian debet adalah entri yang menghasilkan peningkatan aset atau penurunan kewajiban pada neraca perusahaan.

Dalam akuntansi dasar, debit diseimbangkan dengan kredit, yang bekerja berlawanan arah dengan debit.

Pengertian debet adalah fitur yang ditemukan di semua sistem akuntansi entri ganda. Debit dan kredit tidak dapat dipisahkan.

Debit dan kredit digunakan dalam neraca saldo. Adapun neraca saldo disesuaikan untuk memastikan semua entri seimbang.

Jumlah uang total semua debit harus sama dengan jumlah dolar total semua kredit. Dengan kata lain, keuangan harus seimbang.

Sebuah bisnis bisa saja mengeluarkan nota debit sebagai tanggapan atas nota kredit yang diterima. Biasanya, hal ini dilakukan untuk memperbaiki kesalahan.

Kesalahan tersebut sering kali berupa beban bunga dan biaya dalam penjualan, pembelian, atau faktur pinjaman.

Dikeluarkannya nota debit, dapat terjadi pula ketika pembeli mengembalikan bahan ke pemasok dan perlu memvalidasi jumlah yang diganti.

Dalam hal ini, pembeli mengeluarkan nota debit yang mencerminkan transaksi akuntansi.

Pengertian nota debet adalah bukti bahwa sebuah bisnis telah membuat entri debit yang sah dalam berurusan dengan bisnis lain, atau business-to-business (B2B).

Tanda terima debit atau nota debit ini terlihat cukup mirip dengan faktur, dengan beberapa perbedaan signifikan di antara keduanya.

Salah satu perbedaan utama adalah bahwa faktur mencerminkan jumlah yang harus dibayar setelah melakukan penjualan yang berarti transaksi belum terjadi.

Sedangkan nota debit mencerminkan penyesuaian atau pengembalian atas transaksi tertentu yang telah terjadi.

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi kesalahan yang mungkin terjadi dalam transaksi.

Baca Juga: 4 Cara Menggunakan Kartu Debit untuk Belanja Online

Cara Kerja Kartu Debit Bank

kartu debet adalah
Foto: Kartu Debit (freepik.com)

Cara kerja kartu debit perlu kamu pahami. Apalagi jika kamu hendak mengelola bisnismu dengan menggunakan perangkat EDC (electronic data capture) sebagai salah satu cara pembayaran.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, bank juga mengenal debit dan kredit. Ketika rekening bank didebit, uang diambil dari rekening.

Adapun kredit, yaitu uang ditambahkan ke rekening bank.

Debit bank terjadi jika kamu mengambil uang dari rekening secara langsung atau mentransaksikannya melalui kartu debit, membayar tagihan, dan sebagainya.

Ketika melakukan pembelian menggunakan kartu debit, pelanggan akan mendapat pemberitahuan dari bank mengenai transaksi secara elektronik. Secara otomatis, jumlah tabungan di rekening akan berkurang.

Hal ini terjadi secara instan ketika pelanggan menggesek kartu pada perangkat EDC.

Data dikirim ke jaringan pemrosesan kartu, Visa, Mastercard, atau GPN, yang memverifikasi data transaksi. Sekaligus memeriksa apakah kartu debit dilaporkan hilang atau dicuri.

Prosesor EDC juga mengonfirmasi bahwa dana tersedia di rekening pemegang kartu dan apakah transaksi telah disetujui.

Pelanggan hanya perlu mengonfirmasi dengan memasukkan nomor pin kartu debit.

Data yang dikirimkan ke bank, yakni nomor kartu, jumlah transaksi, dan tanggal. Data tersebut juga akan mencantumkan nama penjual dan kode kategori penjual.

Sebagai penjual, kamu mengirim detail transaksi melalui jaringan ke bank bersangkutan.

Bank akan meninjau detailnya dan jika sudah diverifikasi, bank akan mentransfer uang kepadamu secara elektronik.

Baca Juga: 7 Manfaat Mesin EDC untuk Maksimalkan Bisnismu

Perbedaan Kartu Debit dan Kartu Kredit

pengguna kartu debet
Foto: Pengguna Kartu Debit (freepik.com)

Selain kartu debit, ada juga yang disebut dengan kartu kredit. Sama seperti dalam akuntansi, kartu debit dan kredit ini berbeda.

Dengan menggunakan kartu debit, kamu dapat menarik uang atau melakukan pembayaran menggunakan uang tunai atau dana yang sudah ada di rekening bank pribadi.

Namun tidak demikian halnya dengan kartu kredit.

Melansir laman cleartax, saat menggunakan kartu kredit, kamu harus meminjam sejumlah uang dari perusahaan yang mengeluarkan kartu tersebut dan menetapkan batas tertentu pada kartu untuk menarik uang tunai atau melakukan pembelian.

Kamu sebagai konsumen kemudian harus membayar jumlah yang ditentukan dalam bentuk tagihan kartu kredit.

Baca Juga: Wajib Tahu, Panduan Lengkap Cara Membuat Nomor Invoice

Cara Penggunaan Debit dalam Akuntansi

contoh penggunaan kartu debet
Foto: Proses Akuntansi (freepik.com)

Kembali ke penggunaan debit dalam akuntansi, sebagai pemilik bisnis, kamu harus bisa menggunakannya dengan tepat dalam pembukuan. Hal ini harus dilakukan untuk melihat keseimbangan neraca bisnis.

Pada akuntansi, setiap transaksi harus ditukar dengan sesuatu yang lain dengan nilai sama persis. Dalam hal ini, kredit dan debet adalah entri pembukuan yang menyeimbangkan satu sama lain.

Sederhananya, dalam melakukan pembukuan, entri debit selalu menambahkan angka positif. Adapun entri kredit selalu menambahkan angka negatif.

Jika entri dibuat menggunakan akun T, debit biasanya ditempatkan di sisi kiri grafik sedangkan kredit ditempatkan di sisi kanan grafik untuk memiliki entri yang jelas dan terpisah dari kedua debit dan kredit sehingga tak menyebabkan kebingungan.

Kedua entri, baik debit dan kredit yang digunakan dalam neraca percobaan dan saldo percobaan yang dimodifikasi harus dipastikan bahwa entri keduanya saling menyeimbangkan.

Dengan kata lain, jumlah total debit harus sama dengan jumlah kredit sehingga saat kedua entri ini selesai dihitung, itu artinya keuangan perusahaan sudah seimbang.

Jika saldo kredit dan debit tidak sesuai, itu mengarah ke debit yang menggantung, yaitu saldo debit tanpa offset saldo kredit.

Ini paling sering terjadi ketika sebuah perusahaan membeli barang dan jasa.

Debit yang menggantung dapat terjadi dalam akuntansi keuangan dan mungkin ada beberapa kekurangan dalam neraca perusahaan.

Kamu harus berhati-hati dan sebisa mungkin untuk menghindari hal ini karena ketidakseimbangan debit dan kredit bisa mempengaruhi neraca keuangan perusahaan.

Debit meningkatkan akun aset atau beban, dan mengurangi akun kewajiban, pendapatan, atau ekuitas.

Adapun kredit meningkatkan akun kewajiban, pendapatan atau ekuitas, dan menurunkan akun aset atau beban.

Debit dan kredit digunakan untuk mencatat transaksi dalam sejumlah akun dalam pembukuan. Terdapat lima akun utama yang menggunakan debit kredit.

1. Akun Aset

Aset merupakan barang yang memberikan manfaat ekonomi di masa depan bagi perusahaan.

Yang termasuk dalam aset, yakni harta lancar dan harta tidak lancar. Harta lancar (liquid) mudah untuk dicairkan, sedangkan harta tidak lancar sebaliknya.

Harta lancar berisi akun kas dan setara kas, piutang usaha, sewa dibayar dimuka, dan lainnya. Sementara harta tidak lancar terdiri dari mesin, kendaraan dan peralatan kantor.

Jadi, ketika harta atau aset di atas bertambah, maka akan masuk dalam akun debit pada pembukuan.

2. Akun Pengeluaran (Beban)

Dalam akun pengeluaran ini, tercatat biaya yang terkait dengan operasi bisnis sehari-hari.

Akun pengeluaran meliputi periklanan, utilitas, sewa, perjalanan dinas, dan gaji.

Seluruh biaya tersebut harus dikeluarkan perusahaan agar bisnis bisa terus berjalan.

Secara umum, akun beban dibagi menjadi 2, yakni beban usaha yang terkait dengan kegiatan usaha dan beban lain-lain yang isinya pengeluaran tidak langsung di luar kegiatan usaha.

Misalnya, ketika perusahaan wajib membayar bunga atas pinjaman yang diperoleh dari bank.

Baca Juga: 6 Peran Akuntansi Dalam Kegiatan Usaha, Apa Saja?

3. Akun Pendapatan

Pendapatan adalah akun yang terkait dengan pendapatan yang diperoleh dari penjualan produk dan layanan, atau bunga dari investasi.

Akun ini meliputi pendapatan penjualan, pendapatan layanan, pendapatan bunga, dan pendapatan investasi.

Akun pendapatan juga bisa dibagi menjadi pendapatan usaha, yaitu pendapatan yang berhubungan langsung dengan kegiatan usaha dan pendapatan di luar usaha, yakni pendapatan yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan usaha.

Misalnya, ketika perusahaan kamu menyewakan sebagian ruangan yang tak terpakai kepada perusahaan lain untuk mendapatkan keuntungan di luar usaha.

4. Akun Kewajiban (Liabilitas)

Akun ini menunjukkan kewajiban yang harus dibayar oleh perusahaan, seperti faktur vendor. Kadang disebut juga dengan istilah liabilitas.

Dalam akun kewajiban, terdapat utang jangka pendek, seperti utang dagang, utang bank, utang gaji, dan utang pajak. Adapun utang jangka panjang berupa obligasi.

Baca Juga: 7 Manfaat Software Akuntansi untuk Bisnis, Praktis!

5. Akun Ekuitas

Ekuitas itu sendiri merupakan aset bisnis yang dimiliki oleh pihak ketiga, yaitu pemegang saham.

Akun ekuitas adalah entri aset bersih, atau nilai aset non-operasional bisnis setelah kewajiban dibayar.

Dalam akun ekuitas, terdapat modal pemilik, penarikan pemilik atau prive, laba ditahan, saham, dan modal disetor.

Demikian pengertian debet adalah entri dalam pembukuan, debit di bank, dan cara penggunaan debit di pembukuan. Semoga bermanfaat bagi kamu dalam menjalani bisnis, ya!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X