Siapa Pemilik Balenciaga? Cari Tahu, Yuk!

Share this Post

pemilik balenciaga
Table of Contents
shopee pilih lokal

Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan merek dagang Balenciaga, bukan? Namun, sudahkah kamu tahu siapa pemilik Balenciaga?

Merek dagang barang-barang mewah yang sering kali dipakai oleh orang terkenal dan orang penting di dunia ini berasal dari San Sebastian, Spanyol pada 1919.

Banyak orang yang mengenal Balenciaga sebagai produsen barang-barang fashion “aneh” dan “nyeleneh”.

Sebab, produk yang dirilis memiliki desain unik dan tidak biasa dengan barang lainnya di pasaran.

Meski begitu, para fashion enthusiast khususnya mereka yang gila akan barang-barang mewah tetap menjadikan Balenciaga sebagai merek kesayangannya.

Dengan berbagai keunikannya, membuat banyak orang bertanya-tanya mengenai siapakah pemilik Balenciaga? Yuk, cari tahu selengkapnya dalam artikel berikut!

Baca Juga: 8 Tips Jadi Socialpreneur yang Berikan Dampak Positif

Siapa Pemilik Balenciaga?

pemilik balenciaga
Foto: Cristóbal Balenciaga (Theguardian.com)

Sosok pendiri sekaligus pemilik brand kenamaan dunia Balenciaga adalah Cristóbal Balenciaga.

Untuk dapat membangun Balenciaga hingga sesukses sekarang, tentunya ada proses panjang yang dilalui.

Pemilik nama lengkap Cristóbal Balenciaga Eizaguirre lahir dari keluarga kelas pekerja di kota Getaria (Negara Basque, Spanyol) pada 21 Januari 1895.

Dikutip dari laman Cristóbal Balenciaga Museoa, ayahnya merupakan seorang nelayan dan diketahui telah meninggal saat Balenciaga berusia 11 tahun.

Sementara ibunya, dikabarkan bekerja sebagai seorang penjahit dan bekerja untuk keluarga Marquises de Casa-Torres.

Keluarga tempat ibunya bekerja itu memiliki jasa yang besar terhadap Balenciaga. Sebab, Balenciaga disekolahkan khusus menjahit dan memelajari mode oleh keluarga bangsawan tersebut di San Sebastian, Spanyol.

Selama menempuh pendidikan, Balenciaga juga bekerja sambilan di sejumlah perusahaan yang berhubungan dengan mode Paris.

Tak lama berselang, Cristóbal Balenciaga pun membuka bisnis pertamanya pada usia 22 tahun. Saat itu, ia mendaftarkan nama Cristóbal Balenciaga sebagai merek dagang.

Tiga tahun kemudian, pemilik Balenciaga kembali membuka bisnis baru dengan nama Martina Robes et Manteux yang diambil dari nama sang ibu. Lalu, bisnis tersebut berganti nama menjadi EISA Costura.

Desain atau hasil karya Balenciaga saat itu banyak disukai oleh kalangan keluarga kerajaan hingga aristokrat yang tertarik dengan dunia mode.

Oleh karenanya, pemilik Balenciaga tersebut bisa melakukan ekspansi bisnis dengan cepat ke negara lain. Misalnya ke Barcelona dan Madrid pada 1930-an.

Untuk meningkatkan keterampilannya dalam merancang busana, Balenciaga diketahui sering berkunjung ke Paris.

Ia kemudian berbelanja produk-produk fashion dari merek ternama untuk dibongkar dan dipelajari tekniknya saat kembali ke negara asalnya.

Sayangnya, bisnis Balenciaga harus terkena imbas dari perang saudara yang berkecamuk di Spanyol. Ia pun memutuskan untuk memulai kembali dari awal dengan pindah ke Paris, pusat mode dunia.

Barulah pada 1973, ia mendirikan bisnis atas nama diri sendiri, yaitu Balenciaga. Butik fesyennya pertama kali buka di wilayah Avenue Georges V.

Saat itu, ia juga melakukan fashion show pertamanya dengan label sendiri.

Fashion show pertama Balenciaga saat itu menampilkan sejumlah koleksi busana yang terinspirasi dari masa Renaisans di Spanyol.

Seiring berjalannya waktu, pemilik Balenciaga terus mengembangkan bisnisnya hingga kini dikenal sebagai salah satu merek mode paling mahal dan ekslusif di Paris.

Ketepatannya, keterampilan dengan teknik, dan perfeksionisme pemilik Balenciaga tersebut membuatnya dikagumi oleh rekan-rekan dan orang-orang sezamannya.

Sebut saja Christian Dior, yang memanggilnya “master dari kita semua”, Hubert de Givenchy, yang menyebutnya sebagai “arsitek Haute Couture”, atau Coco Chanel, yang membuatnya memenuhi syarat sebagai “satu-satunya couturier sejati”.

Kepiawaiannya dalam membuat produk fesyen, khususnya gaun membuat nama Balenciaga semakin populer di jalangan banyak orang.

Menariknya, ia sampai dikenal sebagai desainer mode yang jenius karena tidak pernah membuat desain. Melainkan, langsung membuat produk fesyen dari kain/bahan.

Berkat keterampilan dan pengetahuannya akan kain serta menjahit, ia terus menghasilkan karya-karya yang luar biasa.

Selama masa kejayaannya, Balenciaga terus melakukan inovasi di bidang mode. Misalnya bereksperimen dengan berbagai bahan tekstik dan mencoba gaya desain baru.

Oleh karenanya, ia bisa memiliki ciri khas dalam menghasilkan produk-produk fashion.

Salah satu keunikan yang paling lekat dengan karakter produk Balenciaga ialah siluet. Sang pendiri dan perancang busana itu mampu menghasilkan produk fashion yang menampilkan siluet dari penggunanya.

Layaknya jam pasir, siluet yang dihasilkan saat mengenakan produk busana Balenciaga yaitu membuat tubuh terlihat lebih kurus dengan bagian pundak lebih lebar.

Tidak heran banyak kalangan elit seperti bangsawan yang mengincar produk karya Balenciaga. Sebab, bisa membuat penampilan mereka lebih menawan dan terlihat berkelas.

Usai menekuni dunia mode dalam waktu yang cukup lama, Balenciaga memutuskan untuk menutup rumah modenya pada tahun 1968. Saat itu, ia berusia 74 tahun.

Setelah memutuskan untuk pensiun dan menutup semua bisnisnya di Paris, Barcelona, serta Madrid, Cristóbal Balenciaga meninggal dunia pada tahun 1972 di Xabia, Spanyol.

Baca Juga: 10 Pengusaha Sukses di Indonesia dengan Kisah Inspiratif

Balenciaga Usai Pendiri dan Pemiliknya Wafat

siapa pemilik balenciaga
Foto: Toko Balenciaga (iStockphoto.com)

Meski pendiri dan pemilik Balenciaga telah tutup usia, ketenaran merek ini tetap harum hingga sekarang.

Pasalnya, Balenciaga dilanjutkan oleh Demna Gvasalia sebagai desainernya dan kendali perusahaan Balenciaga kini berada di bawah kepemilikan Kering Group.

Di bawah naungan Kering Group, Balenciaga berada satu manajemen dengan merek-merek terkenal lain seperti Bottega Veneta, Gucci, Alexander McQueen, hingga Yves Saint Laurent.

Awalnya, perusahaan mode kelas dunia ini hanya berfokus pada busana wanita. Namun seiring berkembangnya bisnis, Balenciaga turut mengeluarkan berbagai koleksi fashion untuk pria.

Hingga saat ini, ada banyak sekali produk yang dijual dengan nama merek Balenciaga. Mulai dari sepatu, tas, ikat pinggang, topi, dompet, dan masih banyak lagi.

Balenciaga pun terus berinovasi untuk menghasilkan berbagai pilihan produk menarik untuk menunjang penampilan.

Tidak hanya disukai oleh para pecinta fashion di kalangan atas, Balenciaga juga banyak disukai oleh para tokoh penting dan terkenal di dunia.

Hal itu bisa kamu lihat dari banyaknya selebritis yang menggunakan produk-produk dari Balenciaga.

Sebab, produknya yang unik, nyaman, dan berkualitas membuat Balenciaga memiliki nilai merek tinggi di kalangan fashionista.

Sampai sekarang, Balenciaga terus menunjukkan eksistensinya. Melalui berbagai pembukaan toko cabang di berbagai wilayah.

Tercatat, sudah ada lebih dari 100 store offline yang tersebar di beberapa negara di dunia.

Keuntungan yang dihasilkan oleh Balenciaga setiap tahunnya pun mengalami peningkatan.

Salah satu rekor yang pernah diperoleh yakni pada 2019, Balenciaga berhasil meraup pendapatan sekitar 1,12 milyar dolar AS atau setara dengan Rp 15,5 triliun.

Baca Juga: 9 Pengusaha Muda Indonesia Inspiratif, Apa Saja Bisnisnya?

Itu dia informasi seputar pemilik Balenciaga yang bernama Cristóbal Balenciaga beserta perjalanan bisnisnya secara singkat.

Semoga kisah sukses pemilik Balenciaga bisa menjadi inspirasi dan motivasi kamu dalam membangun bisnis, ya!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X