Mengenal Digital Farming, Ini Manfaatnya Bagi Petani

Share this Post

digital farming
Table of Contents
shopee pilih lokal

Digital farming merupakan bentuk modernisasi teknologi pertanian. Apa saja keuntungannya bagi petani?

Sektor pertanian merupakan jenis bisnis yang berisiko tinggi, sebab sangat sulit untuk diprediksi. Pertanian sangat bergantung pada kondisi alam, mulai dari kualitas tanah, ketersediaan air, hingga perubahan cuaca.

Banyak petani gagal panen karena kekeringan, musim pancaroba, hingga serangan hama. Sekalinya panen, kualitas hasil pertanian akan menurun dan harga jualnya juga semakin rendah.

Padahal, biaya yang dikeluarkan petani untuk memproduksi berbagai bahan pangan selalu sama setiap musim tanam, bahkan meningkat.

Guna mengatasi hal tersebut, modernisasi teknologi pertanian dianggap perlu. Salah satunya dengan memulai konsep digital farming yang digadang-gadang membawa banyak keuntungan bagi petani.

Benarkan demikian? Cek fakta seputar digital farming berikut ini, yuk!

Baca Juga: Tertarik dengan Bisnis Pertanian? Ini 8 Langkah Memulainya

Apa Itu Digital Farming?

digital farming
(Foto pertanian digital. Sumber: Freepik.com)

Ketika permintaan global akan pangan meningkat, petani perlu menumbuhkan komoditas pertanian secara lebih efisien dan berkelanjutan. Untuk itu, petani sangat membutuhkan inovasi untuk membantu meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan. 

Dari sinilah digital farming dapat membantu. Melansir dari Yara, digital farming mengacu pada berbagai disiplin ilmu untuk mengoptimalkan setiap aspek pertanian.

Teknologi telah menjadi bagian penting dari bisnis, termasuk petani, pengecer, dan ahli agronomi. Meningkatnya kebutuhan adopsi teknologi di bidang pertanian seharusnya menjadi hal yang lumrah.

Petani dapat menggunakan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan mengelola biaya tanam. Evolusi teknologi digital dan modernisasi pertanian telah menyebabkan konsep-konsep baru yang muncul. 

Istilah-istilah tersebut termasuk digital farming. Menurut DTN, inti dari digital farming terletak pada penciptaan nilai dari data. Pertanian digital berarti berbasis data yang dapat dianalisis secara sains.

Selain itu, pertanian digital juga melibatkan berbagai teknologi dalam prosesnya, termasuk pengolahan lahan, identifikasi cuaca, pemilihan benih unggul, proses penanaman, proses panen, hingga pemasaran.

Pertanian digital bergantung pada koneksi internet berkecepatan tinggi yang andal, citra satelit, dan perangkat seluler.

Hal tersebut karena digital farming pada dasarnya bergantung pada pengumpulan, penyimpanan, dan analisis data.

Hasil dari analisis data itulah yang selanjutnya menentukan jenis teknologi, alat bantu, dan dukungan lain dalam mengelola lahan, menanam, hingga memasarkan komoditas hasil pertanian.

Baca Juga: 8 Cara Memulai Bisnis Alat Pertanian, Peluang Keuntungannya Besar!

Manfaat Digital Farming

Mengenal Digital Farming, Ini Manfaatnya Bagi Petani
(Foto pertanian digital. Sumber: Freepik.com)

Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi sudah menciptakan berbagai alat dan mesin canggih yang bisa mendukung sektor pertanian.

Kamu sekarang bisa menguji kadar air dan nutrisi tanah, memprediksi cuaca, memilih saluran irigasi dengan presisi, menciptakan cuaca buatan dalam rumah kaca, bahkan meningkatkan efisiensi produksi.

Penelitian yang dilakukan oleh ONDO Smart Agriculture Solution menemukan fakta bahwa pertanian digital menghemat hingga 85% konsumsi air dan 50% konsumsi energi, meningkatkan hasil panen sebesar 40%, dan meminimalkan kesalahan manusia sebesar 60%.

Di Indonesia sendiri, sudah ada beberapa konsep digital farming yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian.

Dilansir dari berbagai sumber, Kementerian Pertanian menyediakan sarana Smart Green House, Smart Irrigation System, dan Smart Farming berdasarkan teknologi IT. Tak hanya itu, bentuk digitalisasi lain juga muncul dari berbagai startup di bidang pertanian.

Mulai dari TaniHub, PakTaniDigital, LimaKilo, AgroMaret, hingga EraTani. Dengan adanya pasar online ini, para petani tentu bisa lebih mudah menjual hasil panennya dan meningkatkan pendapatan.

Selain itu, ada beberapa manfaat lain dari pertanian digital, yaitu:

Baca Juga: Urban Farming adalah Kegiatan Pertanian Perkotaan, Ini 5 Cara Memulainya!

1. Komunikasi yang Efisien

Digital farming membawa perubahan besar bagi para pekerja dalam industri pertanian. Dahulu, para petani harus menggunakan kertas, buku besar, dan catatan manual untuk menyalin data.

Kini, digitalisasi mampu menghapus sekat antar petani dengan adanya jaringan komunikasi yang lebih baik. Setiap orang yang terlibat dalam bidang pertanian dapat berkomunikasi dengan cepat dan andal secara real-time.

2. Memantau Lahan Secara Real Time

Dalam bentuk pertanian tradisional, petani harus berkeliling sawah untuk mengawasi lahan dan komoditas pertanian. Cara ini tentu memakan banyak waktu dan berpotensi terjadi kesalahan.

Dengan pertanian digital, petani bisa menggunakan bantuan alat sejenis sensor atau citra satelit untuk mengawasi seluruh area pertanian. Petani bisa menggunakan drone untuk mengawasi seluruh lahan dengan cepat den hemat waktu.

Baca Juga: 7 Contoh UMKM yang Bisa Menjadi Inspirasi Usahamu

3. Meningkatkan Kualitas Tanaman

Dengan bantuan teknologi, petani bahkan bisa mengetahui prediksi cuaca untuk beberapa bulan ke depan. Artinya, para petani dapat menyiapkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi.

Teknologi juga memungkinkan petani untuk memeriksa pH tanah, kadar air, hingga tingkat kesuburan lahan. Bahkan, para petani juga bisa menggunakan berbagai teknologi pertanian terbaru untuk menciptakan varietas tanaman yang tahan hama.

4. Meningkatkan Hasil Produksi

Pada akhirnya, semua teknologi tersebut dapat meningkatkan hasil produksi. Termasuk memangkas waktu produksi menjadi lebih singkat dan menghasilkan lebih banyak penjualan.

Semakin besar kapasitas produksi dan hasil panen, maka tingkat penjualan pun akan meningkat. Pasalnya, hasil pertanian merupakan barang kebutuhan dasar semua orang yang selalu habis di pasaran.

5. Memudahkan Distribusi Hasil Pertanian

Dengan dukungan berbagai platform, para petani bisa memasarkan hasil panen dengan cepat dan dengan harga yang sesuai.

Kehadiran berbagai marketplace yang mendukung produk pertanian seperti TaniHub, EraTani, e-Fishery, SayurBox, dan lain-lain tentu berdampak signifikan bagi kesejahteraan petani.

Baca Juga: 13 Peluang Usaha Rumahan di Desa yang Bisa Kamu Rintis

Contoh Implementasi Digital Farming di Indonesia

Mengenal Digital Farming, Ini Manfaatnya Bagi Petani
(Foto digital farming. Sumber: Freepik.com)

Melansir dari portal resmi Kabupaten Lombok Timur, pada akhir tahun 2021 lalu, masyarakat Lombok Timur mendapatkan bantuan sejumlah program digital farming dari Bank Indonesia.

Bank Indonesia memberikan bantuan pengembangan pertanian organik untuk jenis cabai yang diimplementasikan secara digital. Program tersebut merupakan pilot project yang diadakan bersama Kelompok Tani Orong Balak, Desa Kerongkong, Kecamatan Suralaga.

Adapun digital farming yang dimaksud dapat digunakan untuk memprediksi cuaca secara akurat, sehingga petani dapat mengetahui jadwal penanaman dengan tepat.

Selain itu, para petani juga dapat memilih komoditas terbaik, penggunaan sarana produksi, serta peringatan dini terkait kondisi tanah dan cuaca. Dengan begitu petani dapat meminimalisir risiko serta hasil yang lebih optimal.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memelihara kestabilan nilai rupiah melalui pengendalian inflasi yang rendah dan stabil, khususnya kelompok volatile food.

Nah, itulah penjelasan tentang contoh dan manfaat penerapan digital farming bagi para petani dalam meningkatkan kapasitas hasil panen dan penjualan.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X