5 Komponen Perencanaan Usaha yang Sukses Datangkan Investasi, Apa Saja Itu?

Share this Post

komponen perencanaan usaha
Table of Contents

Setidaknya ada 5 komponen perencanaan usaha yang harus ada dalam dokumen business plan. Lima komponen dasar tersebut yang membentuk perencanaan usaha.

Ketika baru memulai bisnis, tentunya kamu harus membuat perencanaan usaha. Ini mungkin merupakan tugas yang cukup menyulitkan, terutama bagi pemula.

Namun, proses ini tetap harus dilalui. Tanpa adanya perencanaan usaha, kamu tidak tahu ke arah mana mengembangkan bisnis.

Selain itu, dokumen business plan yang baik dapat membantumu mendapatkan investor atau pinjaman dari bank untuk usahamu. Oleh karena itu, mengetahui dasar-dasar komponen perencanaan usaha itu penting.

Baca juga: 7 Tips Membuat Action Plan untuk Bisnis

Panduan Tipe Perencanaan Usaha untuk Pemula

komponen perencanaan usaha
Foto: Freepik.com

Sebelum beranjak membahas 5 komponen perencanaan usaha yang harus ada dalam sebuah dokumen rencana usaha, mari simak terlebih dahulu tipe-tipenya.

Ada banyak jenis rencana bisnis, seperti rencana kelayakan, rencana tahunan, rencana internal, rencana operasi, rencana pertumbuhan, dan banyak lagi. 

Berbagai jenis rencana ini dirancang agar sesuai dengan situasi bisnis yang berbeda. Dengan keadaan berbeda, informasi yang berbeda pula disertakan dalam rencana bisnis. 

Berikut berbagai tipe perencanaan usaha yang bisa dibuat untuk pemula. Simak baik-baik, ya!

1. Rencana Bisnis Start-Up

Rencana bisnis yang kamu siapkan untuk sebuah start-up hampir sama standarnya dengan menjelaskan semua langkah yang perlu diambil oleh bisnis baru untuk mencapai tujuan. 

Mengutip dari Chron, rencana ini biasanya mencakup informasi tentang analisis keuangan bisnis, rencana implementasi, tim manajemen, strategi bisnis, berbagai prakiraan pasar, dan penawaran produk atau layanan organisasi.

2. Rencana Bisnis Internal

Tipe selanjutnya, yakni rencana bisnis internal. Rencana bisnis ini merupakan perencanaan yang tidak kamu siapkan untuk ditunjukkan kepada lembaga keuangan, investor eksternal, atau pihak ketiga lainnya. 

Dalam perencanaan ini, kamu tidak perlu menjelaskan secara terperinci organisasi atau tim manajemen. Kamu juga dapat memilih apakah akan menyertakan proyeksi keuangan atau tidak. 

Biasanya, dalam rencana bisnis internal, seluruh rencana ditulis sebagai laporan menggunakan bentuk paragraf. Poin utama akan digambarkan sebagai poin-poin atau sebagai slide, jika dipresentasikan dalam PPT.

Baca juga: Cara Mengembangkan Project Management Plan untuk Bisnis Kamu

3. Rencana Bisnis Operasional

Rencana bisnis operasional biasanya disiapkan untuk digunakan oleh bisnis itu sendiri, sehingga benar-benar merupakan jenis rencana bisnis internal. 

Perencanaan ini juga dikenal sebagai rencana tahunan dan mencakup informasi terperinci tentang tenggat waktu, pencapaian implementasi, dan tanggung jawab tim serta manajer.

Rencana bisnis operasional tidak terlalu detail menjelaskan siapa yang perlu melakukan apa dan kapan. Ini tergantung dari perspektif apa yang menjadi prioritas utama. 

4. Rencana Pertumbuhan Bisnis

Beberapa perencanaan bisnis tidak selalu berbicara tentang keseluruhan bisnis. Ada beberapa hal yang menjadi fokus saja, misalnya perencanaan pertumbuhan bisnis.

Perencanaan ini bisa berupa rencana produk baru atau rencana ekspansi, tergantung pada apa yang ingin dicapai perusahaan. 

Ini bisa termasuk rencana internal atau tidak sama sekali, tergantung apakah akan digunakan untuk menarik investasi luar atau memenuhi persyaratan pinjaman bank. 

Misalnya, kamu menyiapkan rencana start-up untuk menarik investasi baru saat bisnis baru dimulai. Ketika kamu perlu menarik dana baru atau semacam pembiayaan utang, kamu akan menyiapkan rencana ekspansi. 

Kedua rencana tersebut harus mencakup deskripsi terperinci tentang organisasi serta data latar belakang setiap anggota tim manajemen. Namun, jika rencana ekspansi merupakan untuk konsumsi internal bisnis, itu akan dikategorikan sebagai rencana bisnis internal.

Baca juga: Cara Membuat Perencanaan Usaha untuk Pebisnis Pemula, Catat!

5 Komponen Perencanaan Usaha

komponen perencanaan usaha
Foto: Freepik.com

Setelah mengetahui berbagai tipe perencanaan usaha, hal selanjutnya yang perlu kamu tahu adalah komponen perencanaan usaha.

Komponen-komponen yang disebutkan di bawah ini harus hadir dalam sebuah perencanaan usaha. Semua hal inilah yang membentuk sebuah perencanaan bisnis atau business plan.

Dari sekian banyak komponen yang bisa dicantumkan di dalam business plan, setidaknya ada 5 komponen perencanaan usaha yang harus ada. Berikut perinciannya!

1. Ringkasan Eksekutif

Ringkasan eksekutif adalah komponen perencanaan usaha terpenting. Bagian ini harus secara efektif meringkas tujuan dan sasaran bisnis. 

Pikirkan ringkasan eksekutif sebagai pengatur awal bagi pembaca. Bagian ini harus jelas dan ringkas, tetapi harus menarik pembaca untuk membaca sisa perencanaan bisnis.

Karena ringkasan eksekutif berfungsi sebagai gambaran umum dari keseluruhan rencana, komponen perencanaan usaha ini ditulis paling akhir. Namun, tempatkan paling awal dalam business plan.

Berikut ini bahasan-bahasan yang harus terdapat dalam ringkasan eksekutif:

  • Peluang bisnis.
  • Target pasar.
  • Model bisnis.
  • Strategi pemasaran.
  • Persaingan.
  • Sasaran.

2. Ringkasan Perusahaan

komponen perencanaan usaha
Foto: Freepik.com

Ringkasan perusahaan adalah komponen perencanaan usaha penting berikutnya yang harus dirumuskan dengan baik. 

Menurut Rocket Space, jika ringkasan eksekutif dirancang untuk menarik perhatian, ringkasan perusahaan dirancang untuk memberi informasi.

Di bagian ini, para pendiri menjelaskan kapan, mengapa, dan bagaimana mereka membangun bisnis. 

Sangat penting untuk memberikan detail sebanyak mungkin di bagian ini. Selain itu, buatlah ringkasan perusahaan dengan mempertimbangkan investor.

Jika tujuan dari rencana bisnismu untuk mendapatkan pendanaan, fokuslah pada area yang akan menarik bagi investor dan lembaga pemberi pinjaman. 

Misalnya, dengan menjelaskan mengapa kamu adalah orang terbaik untuk menjalankan bisnis ini. Ceritakan pula pengalamanmu dalam jenis bisnis ini dan bagaimana kamu berencana untuk membuatnya sukses. 

Poin-poin bahasan penting yang harus terdapat pada komponen perencanaan usaha ini, adalah sebagai berikut:

  • Nama bisnis.
  • Struktur bisnis.
  • Lokasi.
  • Pernyataan visi dan misi.
  • Keunggulan kompetitif (competitive advantage).
  • Tanggal perusahaan didirikan.

Baca juga: Ingin Membuat Perencanaan Usaha? Ikuti 9 Tips Ini!

3. Analisis Pasar

Komponen perencanaan usaha selanjutnya, yaitu analisis pasar. Setiap rencana bisnis perlu menyertakan analisis pasar yang solid. 

Bagian ini harus mencakup informasi paling penting tentang pengembangan produk, strategi akuisisi pelanggan, dan strategi lainnya. 

Analisis pasar adalah komponen perencanaan bisnis yang akan membutuhkan waktu dan penelitian paling banyak. Untuk mengerjakannya secara efektif, kamu bisa selektif memilih data yang akan dianalisis.

Jika perencanaan bisnismu dibuat untuk mencari investasi, kamu harus menggunakan bagian ini untuk menunjukkan kebijaksanaan dan pemahaman tentang industri. Namun jangan berlebihan. 

Nilai informasi dibatasi oleh dampaknya terhadap keputusan. Jika ada terlalu banyak informasi pasar, tentu tidak semua informasi tersebut membantumu. 

Pilih dengan bijak mana yang sesuai dengan kebutuhan perencanaan usahamu. Berikut ini poin penting yang harus ada dalam analisis pasar:

  • Deskripsi terperinci tentang target konsumen.
  • Definisi mendalam dari segmen pasar yang dipilih.
  • Ringkasan komprehensif dari proyeksi pertumbuhan pasar.

4. Tim Manajemen

komponen perencanaan usaha, manajemen
Foto: Freepik.com

Siapa orang-orang yang bekerja mengatur perusahaan merupakan komponen perencanaan usaha yang penting pula. Ide bisnis terbaik sekali pun bisa gagal jika tim manajemen tidak berkualitas.

Perusahaan dengan talenta berkualitas tinggi lebih mungkin untuk melewati rintangan yang tidak terduga.

Oleh karena itu, penting untuk menyoroti pendidikan, keahlian, dan pengalaman setiap anggota tim di bagian ini. 

Kamu juga dapat memasukkan perincian tentang bagaimana manajemen akan mengarahkan perusahaan menuju kesuksesan jangka panjang.

Komponen perencanaan usaha ini harus dapat menjelaskan poin-poin berikut ini:

  • Pemimpin kunci perusahaan.
  • Pengalaman yang dimiliki tim manajemen.
  • Tanggung jawab dan tugas tim manajemen terhadap perusahaan.
  • Berapa tim manajemen ini dibayar.
  • Apakah tim manajemen ini memiliki saham di perusahaan atau tidak.

5. Proyeksi Pendapatan

Komponen perencanaan usaha yang terakhir, ada proyeksi pendapatan. Proyeksi pendapatan memberi calon investor gambaran sekilas tentang apa yang dapat mereka harapkan dari hasil investasi mereka.

Sebagai pemilik bisnis yang sedang mencari pendanaan, kamu harus memberikan penilaian terperinci tentang pendapatan, pencapaian keuangan, dan proyeksi. 

Tinjauan singkat tentang arus kas membantu calon investor memahami kebiasaan pengeluaran saat ini dan banyak lagi.

Banyak pemilik usaha berjuang dengan membuat proyeksi realistis berdasarkan data penjualan saat ini dan tren pasar. Tidak ada formula yang sempurna untuk menghasilkan proyeksi keuangan. 

Namun kamu bisa menggunakan jasa konsultan yang berpengalaman untuk mendapat pengarahan lebih baik.

Berikut ini sejumlah poin bahasan yang harus ada pada proyeksi pendapatan:

  • Perkiraan penjualan.
  • Anggaran pengeluaran.
  • Laporan arus kas.
  • Proyeksi pendapatan.
  • Aset dan kewajiban.

Baca juga: PDCA Adalah Plan, Do, Check, and Action, Ini Penjelasannya

Itulah penjelasan mengenai 5 komponen perencanaan usaha. Perencanaan usaha yang baik, akan mengundang investor dan mengantarmu kepada kesuksesan. Semoga usahamu berhasil!