Keuntungan Joint Venture atau Usaha Patungan, Yuk Simak!

Share this Post

joint venture
Table of Contents
shopee pilih lokal

Sebagai pemilik bisnis, kamu perlu tahu istilah joint venture. Sederhananya, joint venture adalah usaha patungan.

Kamu memiliki sebuah bisnis dan ingin melakukan ekspansi atau proyek baru. Namun sumber daya dan modalmu tidak mencukupi untuk itu.

Kamu bisa saja mengajukan penambahan modal kepada perbankan atau perusahaan finansial lainnya. Namun ada cara lain yang bisa kamu lakukan, yaitu bekerja sama dengan bisnis lain.

Terutama bisnis yang memiliki kesamaan visi untuk melaksanakan suatu proyek. Kamu bisa menggabungkan kekuatan dengan bisnis tertentu untuk menyelesaikan proyek tersebut.

Berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai apa itu joint venture, jenis-jenisnya, keuntungan, hingga risiko mendirikan usaha patungan ini.

Baca Juga: Mengenal Afiliasi, Hubungan Kerja Sama antara Perusahaan

Joint Venture Adalah Usaha Patungan

joint venture
Foto: Freepik.com

Menurut Investopedia, joint venture adalah pengaturan bisnis yang melibatkan dua pihak atau lebih untuk menyatukan sumber daya mereka dengan tujuan menyelesaikan tugas tertentu.

Tugas tersebut bisa berupa proyek baru atau aktivitas bisnis lainnya.

Tanggung jawab masing-masing pihak dalam joint venture adalah terkait keuntungan, kerugian, dan biaya lain yang terkait.

Usaha tersebut merupakan entitasnya sendiri, terpisah dari kepentingan bisnis peserta lainnya.

Sebuah usaha patungan dapat dibentuk dengan menggunakan struktur hukum apa pun.

Mulai dari korporasi, kemitraan, perseroan terbatas, dan badan usaha lainnya dapat digunakan untuk membentuk usaha patungan.

Tujuan sejumlah bisnis melakukan joint venture adalah untuk produksi atau untuk penelitian. Dalam sejumlah kasus, usaha patungan juga dapat dibentuk untuk tujuan yang berkelanjutan.

Usaha patungan dapat menggabungkan perusahaan besar dan kecil. Perusahaan patungan ini dapat mengambil satu atau beberapa proyek dan kesepakatan besar ataupun kecil.

Ada sejumlah karakteristik yang dapat menggambarkan sebuah joint venture. Karakteristik tersebut, yaitu:

  • Para pihak yang melakukan joint venture berstatus independen di mata hukum, kecuali pekerjaan yang mereka lakukan selama masa kerja sama berlangsung.
  • Para pihak yang terlibat, melakukan kerja sama untuk mencapai tujuan tertentu yang saling menguntungkan.
  • Pihak-pihak terkait menyumbangkan sumber daya, berbagi kepemilikan aset, berbagi kewajiban usaha patungan, dan berbagi dalam pelaksanaan proyek.
  • Joint venture bersifat sementara dan bubar saat tujuan tercapai. Namun dalam beberapa kasus, kerja sama bisa berlanjut hingga jangka panjang.

Baca Juga: Rekber Adalah Rekening Bersama, Ini Cara Kerja dan Manfaatnya

Jenis-Jenis Joint Venture

joint venture
Foto: Freepik.com

Kini kamu sudah bahwa joint venture adalah usaha patungan. Hal selanjutnya yang perlu kamu tahu, yaitu jenis-jenisnya.

Menurut Tony Robbins, ada dua jenis joint venture yang biasa dilakukan oleh dua atau lebih bisnis.

Usaha patungan dapat memengaruhi produksi suatu produk tertentu atau seluruh lini produk dan layanan.

Berikut ini penjelasan mengenai dua jenis joint venture yang biasa dilakukan oleh dua hingga lebih bisnis.

1. Usaha Bersama Berbasis Personel

Jenis kemitraan ini, yaitu menggabungkan sumber daya manusia dari dua hingga lebih bisnis. Mereka diminta menjalankan suatu proyek atau menyelesaikan pekerjaan tertentu.

Misalnya, sejumlah personel dari perusahaan A dan B dengan keahlian tertentu digabungkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.

Katakanlah proyek untuk menciptakan aplikasi baru untuk menunjang kinerja kedua perusahaan.

Personel-personel yang sesuai bidang keahliannya, digabungkan dari kedua perusahaan tersebut untuk bersama menciptakan aplikasi baru.

Joint venture antara dua perusahaan berakhir ketika tujuan sudah tercapai.

2. Joint Venture Berbasis Peralatan

Jenis usaha patungan yang satu ini melibatkan teknologi atau mesin. Kerja sama dilakukan ketika sebuah bisnis memiliki keterbatasan sumber daya peralatan.

Bisnis tersebut bisa mengajak kerja sama bisnis lain yang memiliki peralatan yang dibutuhkan. Sebaliknya, perusahaan tersebut berbagi mesin atau peralatan yang menjadi asetnya.

Contohnya, perusahaan A tidak memiliki teknologi manufaktur untuk memproduksi lini perabotan barunya.

Perusahaan ini pun bermitra dengan perusahaan B yang memiliki peralatan dan mesin, tetapi kekurangan tenaga desainer.

Kedua perusahaan ini dapat melakukan kerja sama dengan menggabungkan sumber daya yang saling melengkapi.

Joint venture memungkinkan perusahaan A untuk berinovasi tanpa pengeluaran modal, sedangkan perusahaan B memperoleh persentase keuntungan tanpa perlu mengeluarkan biaya pengembangan produk.

Baca Juga: Manfaatkan Marketing Tools sebagai Alat Krusial untuk Campaign

Keuntungan Melakukan Joint Venture

Keuntungan Joint Venture atau Usaha Patungan, Yuk Simak!
Foto: SIRCLO photo stock

Salah satu keuntungan melakukan joint venture adalah perusahaan-perusahaan yang terlibat bisa saling melengkapi sumber daya untuk menyelesaikan suatu proyek.

Namun lebih dari itu, ada banyak keuntungan lain jika sebuah bisnis melakukan usaha patungan. Berikut ini sejumlah keuntungan melakukan joint venture.

1. Melakukan Investasi Bersama

Masing-masing pihak dalam usaha patungan memberikan kontribusi atau sejumlah modal awal untuk proyek.

Hal ini tergantung pada ketentuan perjanjian kemitraan.

Keuntungan bagi masing-masing pihak yang terlibat joint venture adalah mengurangi sebagian beban keuangan yang ditempatkan pada masing-masing perusahaan.

2. Biaya Operasional Terbagi

Selain meringankan biaya investasi, keuntungan lain joint venture adalah dapat meringankan biaya produksi atau operasional.

Hal ini karena pemenuhan biaya operasional dilakukan bersama-sama dengan perusahaan lain yang terlibat dalam kerja sama.

3. Menambah Keahlian dan Pengetahuan Teknis

Setiap bisnis yang terlibat joint venture, biasanya membawa keahlian dan pengetahuan teknis masing-masing. Ini merupakan kesempatan baik untuk knowledge transfer.

Selain itu, dengan menggabungkan keahlian dan pengetahuan teknis, bisnis tersebut bisa cukup kuat untuk bergerak secara agresif mencapai tujuan.

Baca Juga: Tertarik dengan Bisnis Elektronik? Ini 5 Langkah Memulainya

4. Penetrasi Pasar Baru

Keuntungan lain dari joint venture adalah memungkinkan perusahaan memasuki pasar baru dengan sangat cepat. Hal ini karena adanya penggabungan kekuatan.

Misalnya bisnismu berada di Kota Jakarta, sedangkan perusahaan yang kamu ajak kerja sama berada di Kota Bandung.

Kamu bisa lebih mudah memasuki pasar di Bandung tanpa perlu banyak mempelajarinya.

5. Aliran Pendapatan Baru

Keuntungan bisnis kecil melakukan joint venture adalah bisnis tersebut dapat berkembang lebih cepat. Usaha kecil sering menghadapi keterbatasan sumber daya dan akses ke modal.

Dengan melakukan kerja sama dengan perusahaan lebih besar yang sumber daya keuangannya lebih banyak, usaha kecil dapat berkembang pesat.

6. Meningkatkan Kredibilitas

Sebuah bisnis kecil atau bisnis baru biasanya membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk membangun kredibilitas pasar dan basis pelanggan yang kuat.

Dengan melakukan joint venture dengan perusahaan lebih besar dan terkenal, usaha kecil dapat mencapai visibilitas dan kredibilitas pasar yang lebih baik dan dalam waktu singkat.

7. Mengatasi Hambatan Kompetisi

Salah satu keuntungan melakukan joint venture adalah untuk menghindari persaingan dan tekanan persaingan harga di pasar.

Melalui kolaborasi dengan perusahaan lain, bisnismu dapat membangun penghalang bagi pesaing yang hendak mempersulit untuk menembus pasar.

Baca Juga: Apa Itu Kompetitor dan 6 Cara Menghadapinya dalam Bisnis

Risiko Melakukan Joint Venture

Keuntungan Joint Venture atau Usaha Patungan, Yuk Simak!
Foto: SIRCLO photo stock

Meski joint venture membawa banyak keuntungan, banyak pula risiko yang harus ditanggung pihak-pihak yang terlibat.

Membuat proyek baru dengan bisnis lain bisa jadi pekerjaan rumit. Beberapa risiko joint venture yang perlu kamu antisipasi sebelum melakukannya.

1. Perbedaan Tujuan

Perusahaan yang menjadi mitramu mungkin saja memiliki tujuan yang berbeda dan melakukan agenda tersendiri. Hal ini dapat mengancam keberhasilan usaha patungan.

Penting bagimu untuk mendefinisikan tujuan perusahaan joint venture sejak awal. Komunikasikan tujuan tersebut dengan jelas kepada semua pihak yang terlibat.

2. Perbedaan Gaya Manajemen

Tiap perusahaan pasti punya budaya kerja dan gaya manajemen yang berbeda. Ketika melakukan joint venture, perbedaan ini harus bisa dileburkan.

Namun, ketimbang mengambil risiko bekerja sama dengan perusahaan yang budaya kerjanya jauh berbeda, kamu bisa memilih perusahaan yang serasi sejak awal.

3. Ketidakseimbangan Sumber Daya

Tidak semua perusahaan memiliki sumber daya yang setara. Pasti akan ada ketidakseimbangan dalam tingkat keahlian, investasi, atau aset yang dibawa dari masing-masing pihak terlibat.

Ketidakseimbangan ini nantinya bisa membawa masalah terhadap pembagian keuntungan.

Pihak tertentu yang merasa berinvestasi lebih banyak, tentu tidak setuju pembagian keuntungan 50:50.

Sebagai langkah antisipatif, diskusikan mengenai semua hal ini kepada semua pihak terlibat sebelum perjanjian joint venture disahkan.

Itulah penjelasan mengenai joint venture. Joint venture adalah usaha patungan yang melibatkan dua atau lebih perusahaan. semoga informasi ini bermanfaat.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X