Mengenal 5 Jenis Partnership dalam Bisnis, Simak yuk!

Share this Post

jenis partnership
Table of Contents

Ada beberapa jenis partnership dalam bisnis yang perlu kamu ketahui. Mana yang paling menguntungkan untuk bisnismu?

Partnership adalah salah satu cara yang paling umum dilakukan untuk memulai sebuah bisnis.

Melalui partnership, dua atau lebih pihak dapat menggabungkan sumber daya dan keahlian untuk mencapai tujuan bisnis yang sama.

Namun, sebelum memulai partnership, penting untuk memahami jenis-jenis partnership yang tersedia dan keuntungan serta kekurangannya.

Keuntungan dari partnership adalah memperbesar modal awal dan kemampuan bisnis, memperluas pasar, dan menggabungkan keahlian dan pengalaman dari masing-masing partner.

Namun, seperti halnya bisnis lainnya, partnership juga memiliki risiko dan kelemahan yang perlu diperhatikan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lebih mendalam tentang jenis-jenis partnership dan kelebihan serta kekurangannya.

Baca Juga: Cara Meningkatkan Kemampuan Manajerial Perusahaan

Apa Itu Partnership?

jenis partnership
(Foto ilustrasi kerjasama bisnis. Sumber: Freepik.com)

Menurut Investopedia, partnership adalah bentuk kemitraan di mana dua atau lebih orang membagi tanggung jawab, keuntungan, dan risiko dalam menjalankan sebuah usaha.

Setiap anggota partnership biasanya mempunyai peran dan kontribusi masing-masing dalam menjalankan bisnis.

Termasuk pengelolaan keuangan, manajemen, pemasaran, dan sebagainya.

Partner biasanya membagi keuntungan dan kerugian sesuai dengan persentase kepemilikan saham atau kontribusi yang telah disepakati sebelumnya.

Namun, dalam beberapa jenis partnership, seperti limited partnership, hanya satu atau beberapa partner yang bertanggung jawab atas kerugian bisnis dan jumlah tanggung jawab telah ditentukan sebelumnya.

Kelebihan dari partnership adalah fleksibilitas dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan bisnis.

Selain itu, partnership memungkinkan anggota untuk membagi risiko dan modal, serta memperluas jaringan bisnis.

Namun, kekurangan dari partnership adalah setiap anggota bertanggung jawab penuh atas tindakan dan keputusan yang diambil dalam bisnis, serta membagi keuntungan dengan anggota lainnya.

Baca Juga: Perusahaan Agraris: Jenis, Ciri, dan Contoh Produknya

Pentingnya Partnership Bagi Bisnis

Mengenal 5 Jenis Partnership dalam Bisnis, Simak yuk!
(Foto manfaat kerjasama bisnis. Sumber: Freepik.com)

Partnership atau kemitraan menjadi penting bagi bisnis karena memiliki beberapa keuntungan, antara lain:

  1. Memperluas jaringan bisnis: Dalam partnership, anggota dapat saling memperkenalkan bisnis mereka ke pelanggan dan rekan bisnis lainnya, sehingga dapat memperluas jaringan bisnis dan memperoleh peluang baru.
  2. Memperluas modal dan sumber daya: Dalam partnership, anggota dapat memperoleh tambahan modal dan sumber daya yang dapat membantu bisnis berkembang lebih cepat dan efisien.
  3. Mengurangi risiko: Setiap anggota dapat membagi risiko dengan partner mereka, sehingga jika terjadi kerugian atau kegagalan, tidak hanya satu pihak yang menanggungnya.
  4. Mengoptimalkan keahlian dan pengalaman: Semua anggota dapat saling mengoptimalkan keahlian dan pengalaman mereka untuk memaksimalkan kinerja bisnis dan mengatasi tantangan yang dihadapi.
  5. Fleksibilitas dalam pengambilan keputusan: Tiap anggota dapat saling berdiskusi dan berunding untuk membuat keputusan yang terbaik untuk bisnis, sehingga memungkinkan fleksibilitas dalam pengambilan keputusan.

Namun, penting juga untuk diingat bahwa partnership juga memiliki risiko, seperti kesulitan dalam pengambilan keputusan, konflik antara partner, atau ketidakcocokan visi bisnis.

Oleh karena itu, pemilihan jenis partnership yang tepat dan penyusunan perjanjian kemitraan yang baik sangat penting untuk memastikan keberhasilan bisnis.

Baca Juga: Master Budget Perusahaan: Manfaat dan Cara Menyusunnya

Jenis-Jenis Partnership

Mengenal 5 Jenis Partnership dalam Bisnis, Simak yuk!
(Foto jenis-jenis kerjasama bisnis. Sumber: Freepik.com)

Ada beberapa jenis partnership yang umum ditemukan dalam dunia bisnis, berikut penjelasannya.

1. General Partnership

Jenis partnership di mana semua anggota memiliki tanggung jawab yang sama atas semua kewajiban dan hutang yang dihasilkan oleh bisnis tersebut.

Mereka juga berbagi keuntungan dan kerugian secara proporsional. Dalam general partnership, setiap partner memiliki hak untuk mengambil keputusan untuk kepentingan bisnis.

2. Limited Partnership

Jenis partnership di mana terdapat minimal dua jenis partner, yaitu general partner dan limited partner.

General partner memiliki tanggung jawab penuh atas kewajiban dan hutang bisnis, sementara limited partner hanya bertanggung jawab atas modal yang diinvestasikan dalam bisnis.

3. Limited Liability Partnership

Jenis partnership di mana setiap anggota memiliki tanggung jawab terbatas atas utang dan kewajiban bisnis.

Ini berarti bahwa jika bisnis mengalami kerugian atau kebangkrutan, setiap anggota hanya bertanggung jawab atas sebagian dari kerugian atau kebangkrutan tersebut.

4. Joint Venture

Jenis partnership ini terjadi ketika dua atau lebih perusahaan atau individu bergabung untuk menjalankan sebuah proyek atau bisnis yang bertujuan untuk membagi risiko, biaya, dan keuntungan.

Dalam joint venture, setiap pihak berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan membagi keuntungan secara proporsional sesuai dengan kesepakatan.

5. Strategic Alliance

Jenis partnership di mana dua atau lebih perusahaan bergabung untuk mengembangkan produk atau layanan baru, memperluas pangsa pasar, atau meningkatkan efisiensi operasional.

Dalam strategic alliance, setiap perusahaan tetap mandiri dan bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian mereka masing-masing.

Baca Juga: Manfaat dan Tujuan Helpdesk untuk Perusahaan

Kelebihan dan Kekurangan Setiap Jenis Partnership

Mengenal 5 Jenis Partnership dalam Bisnis, Simak yuk!
(Foto kelebihan dan kekurangan partnership. Sumber: Freepik.com)

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari setiap jenis partnership, simak yuk!

1. General Partnership

Kelebihan GP adalah mudah didirikan dan biayanya relatif lebih murah. Pihak-pihak yang terlibat juga memiliki hak yang sama serta membagi keuntungan dan kelebihan dengan adil.

Kekurangannya ualah kemungkinan terjadinya konflik akan lebih besar karena semua pihak bertanggung jawab penuh atas utang dan kewajiban bisnis.

2. Limited Partnership

Kelebihan jenis partnership ini adalah pihak LP hanya bertanggung jawab atas modal. Sementara pihak GP bertanggung jawab penuh atas pengambilan keputusan.

Kekurangannya adalah hanya satu pihak yang bertanggung jawab atas semua utang. Pihak LP juga akan kesulitan dalam menjual sahamnya.

3. Limited Liability Partnership

Kelebihannya adalah setiap anggota memiliki tanggung jawab terbatas atas hutang dan kewajiban bisnis, serta dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan.

Kekurangannya, Biaya pendirian dan operasional LLP lebih tinggi dibandingkan dengan GP atau LP. Prosesnya juga cenderung lebih rumit.

4. Joint Venture

Kelebihan jenis partnership ini adalah Dapat membagi risiko, biaya, dan keuntungan dengan mitra. Setiap anggota juga dapat memperluas pangsa pasarnya.

Kekurangannya, besar kemungkinan terjadi konflik antar mitra serta kesulitan dalam mengatur keputusan yang dibuat.

5. Strategic Alliance

Kelebihannya adalah dapat mengakses sumber daya dan teknologi baru, serta memanfaatkan pengalaman masing-masing mitra perusahaan.

Adapun kekurangannya yaitu sulit mengatur keputusan yang dibuat setiap anggota, dan risiko kehilangan keahlian atau teknologi rahasia jika salah satu perusahaan meninggalkan aliansi

Baca Juga: Restrukturisasi Perusahaan: Tujuan dan Jenis-Jenisnya

Demikian penjelasan tentang jenis-jenis partnership bagi bisnis. Mana yang paling tepat untuk bisnismu?