Inventory Turnover Adalah Rasio Finansial, Ini Cara Menghitungnya

Share this Post

inventory turnover adalah
Table of Contents

Bagi kamu yang menjalankan bisnis dengan mengandalkan penyimpanan barang, inventory turnover adalah hal penting yang perlu kamu tahu.

Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, inventory turnover adalah perputaran barang persediaan. Istilah ini mengacu pada rasio atau perhitungan finansial.

Keuntungan dari menghitung inventory turnover adalah dapat membantumu membuat keputusan yang lebih baik. 

Keputusan tersebut mulai dari penetapan harga, manufaktur, pemasaran, hingga pembelian inventaris baru.

Jadi, apa itu inventory turnover? Dalam artikel ini akan dijelaskan secara menyeluruh, mulai dari pengertian, fungsi, cara menghitung, hingga ukuran rasio yang ideal.

Baca juga: Jenis-Jenis Persediaan di Gudang untuk Menunjang Bisnis

Inventory Turnover Adalah Rasio Finansial

inventory turnover adalah
Foto: Freepik.com

Menurut Investopedia, inventory turnover adalah rasio finansial yang menunjukkan berapa kali perusahaan menjual dan mengganti persediaan selama periode tertentu. 

Sebuah perusahaan kemudian dapat membagi hari-hari dalam periode tersebut dengan rumus inventory turnover. Ini untuk menghitung hari yang dibutuhkan dalam menjual persediaan yang ada.

Rasio perputaran barang persediaan dapat mengukur seberapa cepat perusahaan menjual persediaan. Perputaran barang yang rendah menyiratkan penjualan yang lemah dan kemungkinan persediaan berlebih. 

Ini mungkin menunjukkan ada masalah dengan barang yang ditawarkan untuk dijual. Penyebab lain, bisa karena pemasaran yang terlalu sedikit.

Rasio yang tinggi, di sisi lain, menyiratkan penjualan kuat atau persediaan yang tidak mencukupi.

Kecepatan sebuah perusahaan dapat menjual persediaan merupakan ukuran penting dari kinerja bisnis. 

Bisnis yang memindahkan inventaris lebih cepat, cenderung unggul. Makin lama suatu barang disimpan, makin tinggi biaya penyimpanannya. 

Selain itu, makin sedikit alasan konsumen harus kembali ke toko untuk membeli barang baru.

Baca juga: Metode Inventory untuk Bisnis agar Lebih Efisien

Fungsi Rasio Inventory Turnover

inventory turnover adalah
Foto: Freepik.com

Kini kamu sudah tahu bahwa rasio inventory turnover adalah rasio finansial yang mengevaluasi seberapa cepat perusahaan menjual persediaannya per tahun.

Hal yang kamu perlu ketahui selanjutnya, yaitu bagaimana fungsi rasio perputaran barang persediaan. Rasio ini menunjukkan berapa kali persediaan terjual dalam satu periode akuntansi. 

Bisnismu dapat menggunakan rasio ini untuk mengevaluasi apakah persediaan yang ada terlalu rendah atau terlalu tinggi dibandingkan dengan penjualan.

Makin singkat perusahaan menghabiskan waktu untuk menjual persediaan itu lebih baik, karena mereka menghemat biaya penyimpanan. 

Pelanggan pun akan dapat menerima inventaris baru dan segar. Ini akan mengurangi risiko persediaan usang karena penyimpanan yang terlalu lama.

Fungsi rasio inventory turnover adalah memberitahu seberapa efisien perusahaan mengelola persediaan. 

Perusahaan bertujuan memaksimalkan rasio karena akan mengurangi biaya penyimpanan, biaya penyimpanan, dan meningkatkan penjualan. Fungsi lain dari rasio inventory turnover adalah sebagai berikut ini.

1. Evaluasi Efisiensi Perusahaan

Fungsi pertama rasio inventory turnover adalah sebagai alat yang dapat digunakan investor untuk mengevaluasi kinerja bisnis. 

Bisnismu perlu meminimalkan tingkat persediaan tanpa memberikan dampak signifikan pada penjualan.

2. Pengelolaan Inventaris

Menyimpan terlalu banyak inventaris akan berdampak pada modal kerja bisnis. Bisnismu akan menghadapi risiko fluktuasi harga pasar dan produk cepat usang. 

Namun, persediaan yang terlalu sedikit akan berdampak pada penjualan dan waktu tunggu pelanggan. Jadi, kamu perlu menyeimbangkan dua masalah ini.

3. Mengelola Modal Kerja

Bisnismu perlu mengeluarkan uang untuk pembelian dan menjaga inventaris yang akan membantu menghasilkan penjualan. 

Jika persediaan hanya tinggal di gudang, berarti kas perusahaan juga akan macet. Kas harus digunakan untuk tujuan lain yang menghasilkan keuntungan bagi perusahaan.

Baca juga: Mengenal Metode Inventory Control dan Manfaatnya untuk Bisnis

4. Melakukan Penghematan

Fungsi lain dari mengetahui rasio inventory turnover adalah kamu bisa melakukan upaya penghematan. Kamu akan berupaya untuk menyeimbangkan rasio tersebut.

Rasio persediaan yang tidak seimbang, memiliki dua arti. Pertama, kamu memesan kelebihan persediaan saat tidak dibutuhkan. Kedua, kekurangan persediaan yang diperlukan untuk memenuhi pesanan saat dibutuhkan. 

Dengan mengetahui rasio yang seimbang, kamu bisa mengambil keputusan tepat. Misalnya, ketimbang menggunakan persediaan modalmu untuk menambah inventaris, kamu bisa menggunakannya untuk aspek lain dalam bisnismu. 

Kamu bisa memutuskan untuk melakukan hanya apa yang kamu butuhkan untuk inventaris dan hanya saat kamu membutuhkannya.

5. ROI yang Cepat

Fungsi lain mengetahui rasio inventory turnover adalah kamu bisa mendapat return on investment (ROI) yang cepat.

Dengan jumlah persediaan yang tepat, kamu bisa menghindari kelebihan inventaris dan sebaliknya, kekurangan inventaris. 

Kamu akan cepat mendapatkan profit dari hasil penempatan modalmu, karena tidak ada persediaan yang berlebihan. Pendapatanmu ini bisa langsung kamu putar untuk inventaris lain yang lebih baru.

Baca juga: Apa itu ROI? Ini Penjelasan Terperinci dan Cara Menghitungnya!

Cara Menghitung Rasio Inventory Turnover

inventory turnover adalah
Foto: Freepik.com

Setelah tahu pengertian dan fungsinya, kini kamu perlu tahu cara menghitungnya rasio perputaran barang persediaan. 

Cara mengetahui rasio inventory turnover adalah dengan membagi cost of goods sold (COGS) dengan rata-rata jumlah persediaan.

Mengutip dari Net Suite, COGS adalah biaya langsung produksi barang, termasuk bahan baku, yang akan dijual oleh perusahaan.

Rumus rasio inventory turnover adalah sebagai berikut:

Rasio Inventory Turnover = COGS / Rata-Rata Jumlah Persediaan

Dari rumus ini, kamu mungkin bertanya-tanya, bagaimana cara menghitung rata-rata jumlah persediaan?

Hal yang perlu kamu lakukan ialah menjumlahkan persediaan awal dan persediaan akhir. Kemudian bagi hasilnya dengan angka dua, maka kamu akan mendapat angka persediaan rata-rata dalam suatu periode.

Berikut ini rumus menghitung rata-rata jumlah persediaan:

Persediaan Rata-Rata = (persediaan awal + persediaan akhir) / 2

Kamu dapat menggunakan persediaan akhir sebagai pengganti persediaan rata-rata jika bisnismu tidak mengalami fluktuasi musiman, tetapi lebih banyak titik data lebih baik. 

Jadi, bagilah inventaris bulanan dengan 12 dan gunakan inventaris rata-rata tahunan. Kemudian terapkan rumus rasio perputaran barang persediaan.

Baca juga: 3 Cara Menghitung Ongkos Kirim Berdasarkan Jarak dan Berat

Rasio Inventory Turnover yang Ideal

inventory turnover adalah
Foto: Freepik.com

Kini kamu sudah tahu cara menghitung rasio inventory turnover. Ketika menerapkan rumus tersebut, kamu tentu akan mendapat angka yang menjadi rasio perputaran barang bisnismu.

Rasio perputaran barang persediaan menentukan kesehatan finansial bisnismu. Entah skala usaha kamu masih kecil atau sudah besar, kamu tetap harus memiliki rasio inventory turnover yang baik demi masa depan bisnis.

Faktor lain seperti pasokan, permintaan, keuntungan atau kerugian, bersama fungsi internal bisnis, merupakan faktor yang saling terkait yang menunjukkan masa depan perusahaanmu. 

Namun, pertanyaannya kemudian adalah bagaimana caranya mengetahui apakah itu rasio yang seimbang atau ideal?

Mengutip dari Deskera, nilai ideal rasio inventory turnover adalah antara 4 dan 6. Pastikan bisnismu memiliki nilai rasio di antara itu. Berikut ini tolok ukurnya:

1. Rasio yang Lebih Tinggi Adalah Pertanda Baik

Lebih tingginya rasio inventory turnover adalah pertanda baik. Hal ini mencerminkan penjualan barang yang cepat dan permintaan barang lebih tinggi. 

Namun, rasio yang terlalu tinggi juga dapat mengindikasikan kehilangan penjualan, karena perusahaan gagal memenuhi permintaan yang tinggi.

2. Rasio yang Rendah Adalah Pertanda Buruk

Lebih rendahnya rasio inventory turnover adalah pertanda buruk. Hal Ini menunjukkan penjualan yang lebih lemah dan adanya penurunan permintaan terhadap produk.

Namun, setiap perusahaan berbeda dalam hal tujuan, target, dan jumlahnya. Jadi, rasio inventory turnover yang ideal bergantung pada ukuran bisnis, arus kas, seberapa cepat kamu melikuidasi aset, dan produk yang dijual.

Baca juga: Cara Menghitung Dividen, Kamu Wajib Tahu!

Itulah penjelasan singkat mengenai inventory turnover. Inventory turnover adalah rasio finansial yang dapat menjadi tolok ukur perputaran barang pada bisnismu.