Fakta dan Sejarah Fashion Week, Anak Citayam Wajib Tahu!

Share this Post

Fashion Week
Table of Contents

Mulai dari rebutan HAKI hingga diisukan ditutup, ajang Citayam Fashion Week kini semakin viral. Sebenarnya, apa itu fashion week?

Semua media sosial dan portal berita kini ramai-ramai membicarakan fenomena Citayam Fashion Week. Saking viralnya, para pejabat, seperti Ridwan Kamil dan Anies Baswedan pun ikut meramaikan acara “rakyat” ini.

Banyak pihak yang mendukung kreativitas di balik Citayam Fashion Week. Namun, ada juga pihak yang kurang setuju. Pasalnya, rombongan remaja tanggung ini seringkali membuat macet jalanan sekitar stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat.

Meski begitu, nyatanya ajang fashion mingguan ini mampu menarik perhatian banyak orang, termasuk artis dan para model ternama.

Baca Juga: Baim Wong Daftarkan HAKI Citayam Fashion Week, Apa Itu?

Diberitakan, artis Baim Wong dan Paula Verhoeven mengatakan ingin mendaftarkan HAKI Citayam Fashion Week, meski akhirnya batal.

Dibalik viralnya fenomena tersebut, menarik sekali untuk membahas deretan fakta dan sejarah dari fashion week itu sendiri. Ingin tahu lebih lanjut? Simak sampai akhir ya!

Kilas Balik Citayam Fashion Week

ide bisnis Citayam Fashion Week
(Foto: Roy dan Jeje. Sumber: SIRCLO Photo Stock)

Citayam Fashion Week bermula dari adanya rombongan remaja tanggung asal Citayam, Bojong, Depok, dan sekitarnya yang kerap kali nongkrong di kawasan Sudirman dan Dukuh Atas.

Kawasan ini memang menjadi primadona banyak orang, sebab memiliki lanskap gedung pencakar langit dan sarana transportasi umum yang modern dan belum dijumpai di daerah lain di Indonesia.

Para remaja tanggung ini biasanya nongkrong pada malam minggu di sekitar stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Tak hanya sekedar nongkrong, para remaja ini juga membuat konten TikTok yang membuat mereka menjadi begitu viral.

Menariknya, para remaja tanggung ini kerap kali mengenakan busana yang nyentrik dan stylish bak model ternama. Perilaku inilah yang mendorong lahirnya sebutan Citayam Fashion Week di kalangan masyarakat.

Dikutip dari publikasi UGM, fenomena ini merupakan wujud dari pembentukan budaya baru yang dilakukan oleh anak muda yang dinamakan youth culture.  

Baca Juga: Intip 5 Ide Bisnis dari Citayam Fashion Week, Berani Coba?

Arti Fashion Week Sebenarnya

fashion week
Foto pekan mode. Sumber: Unsplash.com

Pekan busana atau fashion week adalah salah satu acara penting dan bergengsi dalam dunia mode.

Dikutip dari iELFS, fashion week adalah acara dimana para desainer kelas dunia mempresentasikan koleksi busana mereka kepada publik untuk pertama kalinya. Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk ambil bagian dalam acara tersebut.

Melansir dari Teen Vogue, pekan mode atau pekan busana ini pertama kali dimulai pada tahun 1943 pada puncak Perang Dunia II. Meski konsep peragaan busana ini berasal dari Paris, justru pekan mode pertama digelar di New York, Amerika Serikat.

Pada saat itu, pekan mode ini dimulai sebagai “Press Week”, sebab para awak media di Amerika Serikat tidak bisa pergi ke Paris. Padahal, mereka ingin melihat koleksi busana musim berikutnya di Paris yang terkenal sebagai pusat fashion dunia.

Oleh karena ini, pagelaran busana pun diadakan sendiri di New York dan ternyata tidak kalah ramai dengan yang diadakan di Paris. Alhasil, “Press Week” berubah menjadi “Fashion Press Week”.

Semantara itu, Paris Fashion Week sendiri justru baru diadakan secara resmi pada tahun 1973. Hingga kini, pekan mode tersebut diadakan juga di berbagai negara, termasuk di Indonesia.

Pekan mode ini biasanya diadakan dua kali dalam setahun, yaitu pada musim semi dan musim gugur di banyak negara. Pekan mode ini diadakan juga di Cina, Brazil, Turki, Jepang, dan yang paling terkenal, New York, London, Milan, dan Paris.

Baca Juga: 5 Tips Membuat Feed Instagram Bisnis yang Menarik

Siapa yang Dapat Terlibat dalam Fashion Week?

Fakta dan Sejarah Fashion Week, Anak Citayam Wajib Tahu!
(Foto pekan mode. Sumber: Unsplash.com)

Pagelaran pekan mode di berbagai negara diselenggarakan oleh sebuah federasi atau asosiasi yang menaungi urusan fashion di negara tersebut.

Asosiasi ini bisa terdiri atas desainer dan model ternama, brand tertentu, bahkan bisa juga melibatkan campur tangan pemerintah.

Sebagai contoh, brand yang dapat tampil di Paris Fashion Week adalah mereka yang lolos kurasi Federation de la Haute Couture et de la Mode (FHCM). Meski begitu, beberapa sumber menyebutkan bahwa sebuah brand tetap dapat mengikuti ajang ini meski tak lolos kurasi.

Namun, brand tersebut harus menyiapkan sejumlah dana agar dapat slot tampil di atas panggung fashion tersebut.  Lantas, siapa saja tamu yang dapat hadir?

Tidak ada tiket masuk atau karcis untuk hadir dalam pekan mode. Sebab, hanya peserta yang menerima undangan khusus yang dapat hadir dalam acara tersebut.

Biasanya, undangan diberikan kepada para desainer, mitra, klien, jurnalis, pengusaha, dan orang berpengaruh lainnya.

Jika kamu merupakan jurnalis yang mewakili sebuah majalah atau ingin membeli koleksi busana yang ditampilkan, perlu menghubungi manajer desainer untuk mengatur pertisipasi.

Meski tak dapat hadir langsung, kamu tetap bisa menyaksikan pekan mode ini melalui TV atau media lainnya.

Baca Juga: 8 Cara Bisnis Fashion Online, Keuntungannya Menjanjikan

Bagaimana Fashion Week Menghasilkan Uang?

Fakta dan Sejarah Fashion Week, Anak Citayam Wajib Tahu!
(Foto model fashion. Sumber: Unsplash.com)

Pekan mode di berbagai negara merupakan acara penting yang diincar banyak brand ternama. Pasalnya, pekan mode ini dapat menghasilkan keuntungan yang sangat besar.

Seperti disinggung sebelumnya, acara mode ini hanya dapat dihadiri oleh tamu VIP saja. Misalnya, para miliarder, pejabat, desainer kelas dunia, brand ternama, mitra, dan klien.

Artinya, pangsa pasar dari pekan mode ini merupakan kelompok kelas atas. Brand yang koleksi busananya sukses “manggung” dalam pekan mode ini sangat mungkin menarik perhatian para tamu undangan.

Alhasil, sangat mungkin terjalin kerja sama fashion, pembelian busana, atau bentuk perjanjian lain yang menguntungkan. Ditambah lagi, pekan mode biasanya disponsori dan didukung oleh brand besar yang sangat berpengaruh.

Sementara itu, penyelenggara juga akan mendapat keuntungan melalui hak siar, sponsor, kerja sama, dan suntikan dana lainnya. Misalnya, pembayaran dari brand yang ingin membeli slot meskipun tak lolos kurasi.

Di Indonesia sendiri ada dua ajang pekan mode terkenal dan berpengaruh di Asia Tenggara. Pertama, ajang Indonesia Fashion Week yang sudah diselenggarakan sejak 2018. Kedua, Jakarta Fashion Week yang baru saja diselenggarakan pada November 2021 lalu.

Kembali lagi ke Citayam Fashion Week, setelah memahami arti sesungguhnya, tentu kamu sudah dapat menyimpulkan mengapa ada beberapa pihak yang tertarik mendaftarkan HAKI acara tersebut.

Baca Juga: 8 Jenis Outer Wanita dan Potensi Bisnisnya yang Menggiurkan

Pekan mode yang biasanya identik dengan kesan fancy, kini sudah dipatahkan dengan adanya kreasi dari remaja Citayam dan Bojong ini. Pemahaman dan kesadaran tentang dunia fashion kini sudah dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat.

Itulah mengapa dapa banyak pihak yang mendukung dan ingin kegiatan tersebut menjadi milik semua orang dari semua lapisan masyakarakat. Apakah kamu tertarik mampir ke Citayam Fashion Week minggu ini?