Design Sprint Adalah? Ini Pengertian, Tahapan, Aturan, dan Manfaatnya!

Share this Post

design sprint adalah
Table of Contents

Design sprint adalah salah satu langkah cepat dalam membuat sebuah produk.

Saat ini, ide atau gagasan merupakan hal yang berharga. Jika ide atau gagasan tidak cepat dieksekusi atau direalisasikan, bisa-bisa kita kalah cepat dengan yang lainnya.

Terutama dalam dunia bisnis, jika kamu terpikirkan tentang ide atau gagasan sebuah produk, ide tersebut sebaiknya segera dieksekusi.

Di titik ini, design sprint adalah suatu hal penting yang dapat membantu kamu dalam mengarahkan ide dan gagasan.

Lantas, apa sebenarnya design sprint itu sendiri? Yuk, baca ulasannya di sini!

Baca Juga: Manfaat Design Thinking sebagai Solusi Kreatif bagi Bisnis

Pengertian Design Sprint

Design Sprint Adalah? Ini Pengertian, Tahapan, Aturan, dan Manfaatnya!
Foto: Unsplash.com

Secara sederhana kita bisa mengartikan bahwa design sprint adalah sebuah alat bantu untuk menyelesaikan setiap problem yang dihadapi.

Selain itu, kehadiran design sprint sering kali dihadapkan dengan design thinking.

UX Planet menyampaikan beberapa hal yang membedakan design thinking dengan design sprint adalah dalam penerapannya.

Seperti namanya, design sprint adalah sebuah metode untuk menciptakan produk baru dengan cepat, yaitu dalam waktu 5 hari. Syaratnya setiap orang yang terlibat harus saling bekerja sama.

Kerja sama yang paling ideal dalam proses design sprint adalah dengan berdiskusi. Setiap orang yang terlibat harus menyampaikan gagasannya dan mendiskusikannya.

Hasil dari diskusi dan keputusan yang diambil akan menjadi sebuah gagasan baru.

Dilansir dari laman Design Sprint, seseorang bernama Jake Knapp yang berasal dari Google Ventures merupakan tokoh yang menciptakan metode design sprint pada 2010.

Sejak saat itu, design sprint adalah metode yang banyak digunakan karena dianggap efektif ketimbang metode konvensional yang memakan waktu dan biaya lebih lama.

Baca Juga: 6 Manfaat Analisis SWOT bagi Evaluasi Bisnis

Waktu yang Tepat Menerapkan Design Sprint

design sprint adalah
Foto: Unsplash.com

Sebelum masuk ke pembahasan secara rinci tentang proses dan tahapan design sprint, kamu mungkin penasaran kapan waktu yang tepat menerapkan metode satu ini?

Jawabannya tentu tergantung pada timeline perusahaan itu sendiri.

Namun, secara umum beberapa waktu yang tepat untuk menggunakan metode design sprint adalah sebagai berikut:

  • Pertama adalah di waktu ketika project awal berjalan. Ini merupakan waktu yang paling tepat untuk menjalankan metode ini.
  • Kedua adalah di saat kamu dan tim menemukan hambatan dalam menyelesaikan project.
  • Ketiga adalah ketika project yang tengah digarap berjalan sangat lambat dan membutuhkan akselerasi.

Baca Juga: Simak Fungsi Perencanaan Produksi agar Bisnismu Efisien!

Proses dan Tahapan Design Sprint

design sprint adalah
Foto: Unsplash.com

Untuk lebih mudah dalam memahami tahapan design sprint, sebuah contoh akan diambil. Misalnya dalam proses pembuatan website untuk situs pembelajaran online.

Ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan oleh tim dalam menggunakan metode satu ini.

Tahapan dari design sprint adalah sebagai berikut:

1. Understand

Tahapan pertama dari design sprint adalah understand atau memahami suatu permasalahan bersama-sama dengan seluruh anggota tim yang terlibat dalam prosesnya.

Pada tahapan ini semua anggota tim mencari informasi tentang kebutuhan website yang akan dibuat, mencari referensi desain yang akan menjadi rujukan, lalu apa saja fitur yang akan ada di dalamnya.

Hal-hal detail seperti mata pelajaran dan jumlah siswa yang akan ikut website pembelajaran pun harus dipikirkan, karena ini akan berkaitan dengan penggunaan server dan biaya yang harus dikeluarkan.

Setelah semua pertanyaan terkumpul, kegiatan bisa dilanjutkan pada tahapan kedua di hari kedua.

2. Diverge

Tahap kedua dari design sprint adalah diverge atau pengembangan. Semua pertanyaan yang belum terjawab di hari pertama akan dikembangkan pada tahap ini.

Anggota tim menemukan website yang jadi rujukan, misalnya Brainly. Dari situ, berbagai pertanyaan pun bisa muncul.

Apa yang menjadi keunggulan Brainly? Bagaimana design dari Brainly bisa diterapkan dalam rencana pembuatan website pembelajaran?

Spesifikasi fitur yang akan digunakan apakah cocok dengan target siswa yang menjadi peserta di website pembelajaran yang dibuat?

Pertanyaan-pertanyaan di tahapan awal akan lebih dikembangkan lagi dan akan memunculkan pertanyaaan yang lebih spesifik karena telah dilakukan pengembangan.

Dalam tahapan ini, sebuah keputusan harus diambil agar dapat lanjut ke tahapan ketiga di hari ketiga.

3. Decide

Tahapan ketiga dalam design sprint adalah decide atau mengambil keputusan.

Dari tahapan pengembangan akan banyak sekali pilihan yang muncul, dari sekian banyak pilihan yang muncul ada beberapa pilihan yang diambil dan dilepas.

Nah, pilihan yang diambil tersebut akan diputuskan pada tahapan ini di hari ketiga proses yang dilakukan. Pada tahapan ini kritik dan saran antar sesama rekan satu tim pun dibutuhkan untuk mendapatkan solusi.

Baca Juga: 5 Cara Pelayanan Prima yang Memuaskan Pelanggan!

4. Prototype

Tahapan keempat dalam proses design sprint adalah pembuatan prototipe.

Prototipe bisa dimulai dengan pembuatan sketsa untuk tampilan, layout, hingga fitur-fiturnya terlebih dahulu. Membuat template yang lebih ringan bisa menjadi keunggulan.

Semakin bagus dan mudah tampilan website, akan semakin banyak dikunjungi orang. Karena dengan tampilan website yang bagus dan mudah, orang awam pun dapat dengan mudah memahaminya.

5. Validate

Tahapan terakhir dari design sprint adalah validate atau validasi. Ini merupakan tahapan final yang mengharuskan kamu melakukan presentasi atas produk yang telah dibuat.

Dalam presentasi tersebut, kamu akan menjelaskan setiap tahapan secara detail dan memperlihatkan prototipe yang dibuat apakah sudah sesuai atau belum.

Keputusan yang akan diambil akan berada di tangan klien atau atasan atau seseorang yang berada di posisi tinggi di perusahaan.

Manfaat Design Sprint

Design Sprint Adalah? Ini Pengertian, Tahapan, Aturan, dan Manfaatnya!
Foto: Unsplash.com

Seperti namanya, proses ini melibatkan design secara sprint dalam waktu lima hari hingga produk benar-benar tercipta. Kendati memberatkan, terdapat manfaat dari penerapan metode satu ini.

Berikut adalah beberapa manfaat penerapan design sprint:

  • Dapat melakukan validasi ide, termasuk apakah ide berhasil atau tidak.
  • Waktu kerja yang cepat, dilakukan dalam 5 hari saja.
  • Arah bisnis menjadi semakin jelas, karena setiap harinya melakukan kegiatan yang jelas berdasarkan tahapan tersebut.
  • Berbagai risiko yang dihadapi bisa diminimalkan dan dihadapi bersama.
  • Tim yang ikut kegiatan design sprint akan menjadi solid dan dapat digunakan untuk project selanjutnya.
  • Pada akhirnya, waktu dan biaya akan lebih hemat lagi.

Baca Juga: Ini 5 Platform Logo Design untuk Bisnismu, Pemula pun Bisa Membuatnya!

Kini kamu telah tahu apa itu design sprint. Dari penjelasan ini kamu jadi tahu bahwa penerapan design sprint adalah wajib.

Terutama wajib diterapkan bagi perusahaan atau stratup yang memiliki kultur kerja yang super cepat. Semoga informasi ini bermanfaat untukmu!