10 Tips Desain Web dengan Accessibility yang Baik

Share this Post

accessibility
Table of Contents

Dalam mendesain situs web untuk bisnis, penting bagi kamu untuk memperhatikan accessibility. Apa itu accessibility?

Accessibility atau aksesibilitas adalah praktik membuat situs web agar dapat digunakan oleh semua pengunjung, termasuk mereka yang disabilitas.

Misalnya, orang buta, orang berpenglihatan rendah, orang tuli atau memiliki masalah pada pendengaran, cacat kognitif, dan keterbatasan lainnya.

Dikutip dari laman HubSpot, accessibility situs web menggunakan prinsip desain tertentu yang memastikan bahwa orang yang mengalami kesulitan atau keterbatasan dapat memiliki pengalaman yang sama atau serupa dengan mereka yang tidak.

Dengan accessibility, situs web kamu bisa memberikan akses yang sama ke semua pengguna. Jadi, siapa saja dapat menikmati konten di dalam website kamu.

Yuk, pelajari lebih lanjut mengenai accessibility situs web dalam artikel berikut ini.

Baca Juga: 7 Contoh Desain Toko Online yang Bisa Jadi Inspirasi

Cara Mendesain Web dengan Accessibility yang Baik

accessibility website
(Foto pengguna laptop. Sumber: Pexels.com)

Nah, agar situs web kamu bisa diakses oleh semua orang normal maupun dengan kemampuan terbatas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Apa saja? Berikut cara mendesain website agar memiliki accessibility yang baik:

1. Pastikan Website Mengizinkan Navigasi Keyboard

Salah satu cara desain web yang memiliki accessibility baik yaitu pastikan situs web kamu mengizinkan navigasi keyboard.

Maksudnya ialah pastikan pengguna bisa tetap mengakses situs web kamu meski tanpa mouse. Jadi, kamu harus memastikan bahwa pengguna dapat menavigasi dan menjelajahi situs webmu meski hanya menggunakan keyboard.

Aksesibilitas dengan keyboard ini termasuk mengakses halaman, mengklik tautan, dan lain-lain. Dengan begitu, semua pengguna bisa mengakses website kamu walaupun hanya menggunakan keyboard.

2. Gunakan Warna Kontras Tinggi

Cara lain yang bisa kamu coba untuk mendesain web dengan accessibility baik ialah dengan coba menggunakan warna kontras tinggi.

Hal ini penting karena beberapa pengguna mungkin akan kesulitan untuk membaca teks dengan warna berkontras rendah.

Oleh karenanya, sebaiknya gunakan warna yang memiliki rasio kontras tinggi, seperti hitam dan putih atau hitam dan kuning.

Pastikan juga teks harus menonjol dengan latar belakang. Hindari untuk menggunakan teks yang menyatu pada latar belakang situs web.

Dengan begitu, pengguna bisa membedakan setiap elemen pada masing-masing halaman.

Mengutip laman dreamhost, kamu mungkin bisa menggunakan tools khusus untuk meningkatkan aksesibilitas visual.

Ada berbagai tools yang dapat kamu coba gunakan. Misalnya tools untuk memeriksa kontras warna saat kamu memilih warna desain situs web.

3. Pilih Font yang Jelas

Pastikan kamu menggunakan pilihan font yang jelas sehingga mudah untuk dibaca oleh semua pengguna situs web.

Sebaiknya, hindari untuk menggunakan font serif atau font bawaan merek kamu. Sebab, hal ini bisa membuat penderita disleksia kesulitan untuk membaca tulisan di situs webmu.

Laman The Drum pun menyarankan kamu untuk menggunakan font sans serif. Hal ini karena font jenis sans serif biasanya akan jauh lebih jelas dan menonjol pada sebagian besar gambar atau latar belakang berwarna.

Selain jenis font, perhatikan juga ukurannya, ya. Pastikan kamu memilih ukuran minimum 16 piksel untuk font serif dan 14 untuk font sans serif agar mudah dibaca oleh semua pengguna.

Baca Juga: Tips Membuat Favicon untuk Website, Coba Tools Ini Yuk

4. Berikan Teks Alt pada Gambar

Hal penting lain yang perlu kamu perhatikan dalam mendesain situs web agar mudah diakses yaitu pastikan untuk memberikan teks alternatif pada gambar.

Teks alternatif merupakan teks yang menjelaskan gambar pada situs web kamu. Dengan cara ini, pengguna yang tidak dapat melihat gambar akan tetap dapat memahami konten pada halaman saat mereka menggunakan teknologi bantu.

Manfaat lain dari penggunaan teks alternatif ialah dapat membantu mengoptimalkan situs web kamu agar lebih terlihat di mesin pencari.

Teks alternatif dapat digunakan untuk memasukkan istilah atau kata kunci yang sering dicari sehingga visibilitas online situs web kamu di hasil pencarian meningkat. Namun, pastikan teks alternatif kamu relevan dengan gambar yang digunakan, ya.

5. Gunakan Hierarki Judul saat Menyusun Konten

tips desain web dengan accessibility yang baik
(Foto proses penulisan konten. Sumber: Pexels.com)

Coba gunakan juga hierarki judul pada saat menyusun konten di situs web agar bisa dipahami oleh semua pengguna.

Hierarki dalam hal ini ialah memecah konten menjadi beberapa bagian kecil sehingga akan lebih mudah untuk dibaca.

Contohnya pada WordPress yang menggunakan heading set, yang mencakup H1 per halaman (biasanya untuk judul) dan H2s dan H3s untuk sub judul.

Itulah mengapa menggunakan judul dan daftar untuk mengatur informasi di halaman kamu dapat meningkatkan aksesibilitas web.

Judul yang jelas dapat membantu pembaca layar memahami dan menafsirkan halaman. Hal ini juga membantu navigasi dalam halaman dan menolong mereka yang menggunakan teknologi bantu untuk menelusuri konten di halaman.

Pastikan kamu menggunakan judul yang menarik dan merepresentasikan isi konten. Pasalnya, judul adalah bagian utama yang akan dilihat oleh pengguna sebelum membaca isinya.

6. Tambahkan Teks dan Transkrip untuk Konten Video

Cara lain yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan accessibility situs web ialah dengan menambahkan teks dan transkrip pada setiap konten video.

Dengan memberikan keterangan atau transkrip, semua pengguna termasuk orang yang tuli atau penderita ADHD tetap dapat menikmati konten di situs web kamu.

Menambahkan transkrip teks memungkinkan mereka yang menggunakan pembaca layar tetap bisa mengonsumsi konten dengan nyaman, tanpa harus bergantung pada citra visual atau audio saja.

Baca Juga: Apa Itu Website User Friendly? Ini 6 Kriterianya!

7. Berikan Link dengan Kalimat Deskriptif

Berikan juga link dengan kalimat deskriptif untuk meningkatkan accessibility situs web kamu.

Biasanya, situs web menyantumkan tautan dengan kalimat “klik di sini” untuk menavigasikan pengguna ke halaman lain. Namun ternyata, cara seperti ini kurang deskriptif sehingga kamu sebaiknya menggunakan cara lain.

Deskripsi singkat tersebut kurang efektif karena cukup sulit untuk dipahami oleh pengguna yang menggunakan alat bantu pembaca layar.

Tautan navigasi umum yang pendek tersebut akan sulit untuk diproses oleh pembaca layar. Jadi, pengguna mungkin terjebak di satu halaman situs web kamu.

Maka dari itu, sudah saatnya kamu memperbaikinya agar lebih mudah untuk dipahami oleh setiap pengguna, termasuk mereka yang mengalami disabilitas.

Hindari menggunakan “klik di sini” standar, tetapi sebaiknya kamu menuliskan tautan yang deskriptif. Misalnya menggunakan kalimat “untuk mempelajari lebih lanjut tentang peluang kerja kami, lihat halaman Karir”.

Untuk membantu tautan web kamu menonjol bagi mereka yang memiliki gangguan penglihatan, cobalah garis bawahi dan tambahkan kontras warna.

Ukuran dan jangkauan tautan juga sangat penting. Pastikan font tautan berukuran lebih besar dan memiliki jangkauan yang luas, karena ini akan membantu mereka yang memiliki kesulitan mobilitas.

8. Sarankan Koreksi Jika Pengguna Salah

Kamu juga bisa coba menggunakan saran koreksi jika pengguna salah memberikan instruksi saat mengakses situs web.

Meskipun fungsi pencarian di website dapat membantu pengguna saat penelusuran, akan tetapi kesalahan pengguna bisa saja terjadi kapan pun.

Jika informasi yang diberikan oleh pengguna dieja atau diformat dengan tidak benar, koreksi secara real-time ini dapat menyarankan alternatif yang paling mungkin.

Jadi, pengguna tetap bisa mengakses halaman situs web yang mereka inginkan.

9. Buat Formulir Web dengan Hati-hati

Dalam mendesain situs web, ada formulir yang biasanya dapat kamu sematkan di halaman. Nah agar situs web kamu memiliki accessibility yang baik, buatlah formulir tersebut dengan hati-hati.

Sebab, formulir bisa saja sulit untuk diakses dan dipahami. Jadi, penting untuk mendesainnya dengan hati-hati.

Misalnya dengan memastikan setiap bidang diberi label sejelas mungkin dan formulir mudah untuk dinavigasi.

Selain itu, sebaiknya sertakan instruksi singkat yang memberi tahu pengguna apa yang perlu mereka ketahui untuk mengisi formulir dengan tepat.

Kamu juga dapat menyertakan placeholder dengan teks yang muncul di bidang formulir sebagai contoh untuk pengguna. Dengan cara ini, pengguna akan memiliki gagasan yang lebih baik tentang bagaimana mereka harus mengisi formulir.

Baca Juga: Tim Desain Wajib Intip, Cek 7 Manfaat White Space pada Landing Page

10. Pastikan Web dapat Diakses di Berbagai Perangkat

accessibility dalam desain website
(Foto perangkat seluler. Sumber: Pexels.com)

Penting untuk mendesain situs web yang dapat diakses melalui berbagai perangkat. Jadi, buatlah website yang tidak hanya dapat diakses dengan desktop, tetapi juga pastikan bisa dimuat pada perangkat seluler.

Hal ini karena jumlah pengguna perangkat seluler terus meningkat setiap waktunya. Selain itu, Google juga menghargai situs web yang dioptimalkan untuk perangkat seluler.

Untuk tampilan seluler dan tampilan sempit lainnya, susunlah konten utama dalam satu atau dua kolom, dan tawarkan konten sekunder melalui ikon maupun tautan.

Sementara pada tampilan di desktop, optimalkan lebar baris teks untuk keterbacaan maksimum.

Untuk dapat mengoptimalkan setiap tampilan di berbagai perangkat, kamu mungkin bisa coba berdiskusi dengan penyandang disabilitas. Dengan begitu, kamu bisa menghadirkan situs web yang sesuai untuk semua pengguna.

Itu dia penjelasan seputar accessibility yang perlu kamu ketahui saat mendesain situs web. Semoga bermanfaat untuk proses desain website bisnismu, ya.