Corporate Action: Pengertian, Jenis, dan Dampaknya

Share this Post

corporate action
Table of Contents
shopee pilih lokal

Corporate action merujuk pada keputusan penting perusahaan. Bagaimana dampaknya bagi bisnis?

Corporate action merupakan setiap peristiwa atau keputusan penting yang diambil oleh sebuah perusahaan yang mempengaruhi para pemangku kepentingannya.

Tindakan-tindakan ini dapat berkaitan dengan operasi bisnis, kinerja keuangan, atau perubahan dalam struktur kepemilikan.

Dalam artikel ini, akan dibahas penjelasan tentang pengertian corporate action, jenis, hingga dampaknya bagi para pemangku kepentingan.

Baca Juga: Mengenal SpaceX, Perusahaan Luar Angkasa Milik Elon Musk

Apa Itu Corporate Action?

corporate action
(Foto rapat perusahaan. Sumber: Freepik.com)

Melansir dari Investopedia, corporate action adalah peristiwa yang memengaruhi saham suatu perusahaan atau sekuritas lainnya, termasuk distribusi dividen, pemecahan saham, merger dan akuisisi, penawaran hak, dan penawaran bonus.

Definisi lain menurut buku “Fundamentals of Corporate Finance”, corporate action adalah setiap kejadian, baik yang dihasilkan oleh keputusan perusahaan maupun perubahan dalam lingkungan bisnis, yang mempengaruhi nilai perusahaan dan/atau nilai sahamnya.

Secara umum, corporate action dapat diartikan sebagai setiap keputusan atau peristiwa penting yang diambil oleh sebuah perusahaan yang dapat memengaruhi nilai perusahaan dan/atau kepentingan para pemangku kepentingannya.

Corporate action dapat mencakup berbagai jenis tindakan, seperti distribusi dividen, pemecahan saham, merger dan akuisisi, penawaran hak, dan pembelian kembali saham.

Baca Juga: Master Budget Perusahaan: Manfaat dan Cara Menyusunnya

Pentingnya Corporate Action Bagi Perusahaan

Corporate Action: Pengertian, Jenis, dan Dampaknya
(Foto rapat perusahaan. Sumber: Freepik.com)

Corporate action sangat penting bagi perusahaan karena dapat berdampak langsung pada nilai perusahaan dan para pemangku kepentingannya.

Beberapa alasan mengapa corporate action penting bagi perusahaan antara lain:

1. Meningkatkan Nilai Perusahaan

Corporate action dapat membantu perusahaan meningkatkan nilai perusahaan dan membuatnya lebih menarik bagi investor.

Misalnya, pemecahan saham (stock split) dapat meningkatkan likuiditas saham perusahaan dan membuatnya lebih terjangkau bagi investor individu.

Sementara itu, merger dan akuisisi dapat membantu perusahaan mengakses pasar baru dan meningkatkan pangsa pasar.

2. Mengurangi Risiko Bisnis

Corporate action juga dapat membantu perusahaan mengurangi risiko dan melindungi kepentingan para stakeholder.

Misalnya, pembelian kembali saham (buyback) dapat membantu perusahaan mengurangi jumlah saham yang beredar dan meningkatkan nilai saham.

Sementara itu, spin-off dapat membantu perusahaan mengurangi risiko dengan memisahkan unit bisnis yang berbeda menjadi perusahaan yang terpisah.

Baca Juga: Restrukturisasi Perusahaan: Tujuan dan Jenis-Jenisnya

3. Menjaga Kinerja Keuangan

Corporate action dapat membantu perusahaan menjaga kinerja keuangan dan memenuhi kewajiban keuangan.

Misalnya, distribusi dividen dapat membantu perusahaan memberikan nilai tambah kepada pemegang saham dan menjaga kepercayaan para investor.

Sedangkan penawaran hak (rights issue) dapat membantu perusahaan memperoleh modal tambahan untuk membiayai proyek-proyek baru.

4. Mengakses Sumber Daya

Corporate action dapat membantu perusahaan mengakses sumber daya yang dibutuhkan untuk berkembang.

Misalnya, merger dan akuisisi dapat membantu perusahaan memperoleh sumber daya tambahan, seperti teknologi, SDM, dan modal.

Baca Juga: Rekomendasi Nama Perusahaan yang Bagus dan Sederhana

Jenis-Jenis Corporate Action

Corporate Action: Pengertian, Jenis, dan Dampaknya
(Foto saham perusahaan. Sumber: Freepik.com)

Ada beberapa jenis tindakan yang dapat diambil oleh perusahaan. Berikut beberapa contoh yang paling umum terjadi:

  1. Distribusi dividen: Perusahaan dapat mengumumkan pembayaran dividen kepada pemegang saham sebagai bagian dari distribusi laba yang dihasilkan. Dividen dapat diberikan dalam bentuk uang tunai, saham tambahan, atau opsi saham.
  2. Pemecahan saham (stock split): Perusahaan dapat memecah saham menjadi beberapa lembar baru untuk meningkatkan likuiditas dan membuatnya lebih terjangkau bagi investor. Misalnya, pemecahan saham 2:1 akan mengubah setiap saham menjadi dua lembar saham baru dengan harga yang setengah dari harga saham sebelumnya.
  3. Pembelian kembali saham (buyback): Perusahaan dapat membeli kembali saham mereka yang beredar dari para pemegang saham, yang dapat meningkatkan nilai saham dan mengurangi jumlah saham yang beredar.
  4. Penawaran hak (rights issue): Perusahaan dapat memberikan hak kepada pemegang saham untuk membeli saham baru dengan harga diskon sebagai cara untuk memperoleh modal tambahan.
  5. Penawaran bonus (bonus issue): Perusahaan dapat memberikan saham tambahan kepada pemegang saham sebagai bonus atas kepemilikan saham mereka saat ini.
  6. Merger dan akuisisi: Perusahaan dapat melakukan merger dengan perusahaan lain atau mengakuisisi perusahaan lain untuk memperluas bisnis mereka dan memperoleh keuntungan dari sinergi.
  7. Spin-off: Perusahaan dapat memisahkan unit bisnis yang berbeda menjadi perusahaan yang terpisah untuk mengurangi risiko dan meningkatkan nilai perusahaan.
  8. Rights buyback: Perusahaan dapat membeli kembali hak yang diberikan kepada pemegang saham sebagai bagian dari rights issue sebagai cara untuk mengurangi risiko dan menjaga kinerja keuangan.

Baca Juga: Ini 4 Strategi Defensive Marketing untuk Pertahankan Posisi Perusahaan di Pasar

Dampak Corporate Action Bagi Pemangku Kepentingan

marketing channel
(Foto rapat perusahaan. Sumber: Freepik.com)

Tindakan-tindakan yang diambil perusahaan dapat berdampak pada para pemangku kepentingan. Berikut penjelasan lengkapnya!

1. Pemegang Saham

Pemegang saham dapat mendapatkan manfaat dari corporate action seperti distribusi dividen atau penawaran hak.

Pemecahan saham juga dapat meningkatkan likuiditas saham dan membuatnya lebih terjangkau bagi investor individu.

Namun, beberapa tindakan seperti pembelian kembali saham dapat mengurangi jumlah saham yang beredar dan mempengaruhi nilai saham perusahaan.

2. Karyawan

Corporate action seperti merger dan akuisisi dapat berdampak pada karyawan, terutama jika perusahaan mengalami restrukturisasi atau pengurangan tenaga kerja sebagai bagian dari integrasi bisnis.

Namun, tindakan seperti penawaran bonus dapat memberikan insentif tambahan bagi karyawan.

3. Kreditur

Keputusan merger atau spin-off dapat mempengaruhi posisi kreditur jika perusahaan mengubah struktur perusahaannya.

Kreditur dapat mengalami risiko jika perusahaan mengalami kesulitan keuangan setelah melakukan corporate action.

4. Konsumen

Tindakan merger atau akuisisi dapat mempengaruhi ketersediaan produk atau layanan, serta harga dan kualitas.

Konsumen juga dapat terpengaruh oleh tindakan seperti penawaran bonus jika perusahaan menaikkan harga produk untuk mengimbangi biaya tambahan.

5. Regulator

Tindakan seperti merger atau akuisisi harus mematuhi aturan dan regulasi yang ditetapkan oleh otoritas terkait.

Regulator juga dapat memantau perusahaan untuk memastikan bahwa corporate action yang diambil tidak melanggar hukum atau berdampak negatif pada pasar.

Demikian penjelasan tentang corporate action dan dampaknya bagi para pemangku kepentingan. Semoga dapat menambah wawasan, ya!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X