8 Cara Membuat Call to Action untuk Bisnis

Share this Post

call to action adalah
Table of Contents

Melansir laman Small Business, Call To Action adalah sejumlah pernyataan yang dirancang untuk mendapatkan tanggapan langsung dari orang yang membaca atau mendengarnya.

Call To Action atau CTA ini dapat membantu calon pelanggan kamu untuk mengambil tindakan tertentu, seperti mengarahkan mereka pada pendaftaran, pembelian, atau langkah lain yang dikehendaki.

Biasanya, Call To Action diletakkan pada bagian akhir. Jadi, setelah orang yang membaca atau mendengarnya, CTA akan membantu mereka dalam melakukan arahan atau tindakan tertentu.

Yuk, cari tahu informasi seputar CTA dalam artikel berikut ini!

Baca Juga: Mengenal Istilah CTA untuk promosikan Bisnismu

Pengertian Call To Action

call to action adalah
Foto Pengertian Call To Action. (Sumber: Pexels.com)

Mengutip Investopedia, Call To Action adalah istilah pemasaran yang mengacu pada langkah selanjutnya yang diinginkan pemasar untuk diambil oleh audiens atau pembacanya.

Misalnya, dapat menginstruksikan pembaca untuk mengklik tombol beli dan menyelesaikan penjualan, atau dapat dengan mudah menggerakkan audiens lebih jauh untuk menjadi konsumen barang atau jasa perusahaan itu.

Selain itu, CTA juga dapat menyarankan agar pembaca berlangganan buletin yang berisi pembaruan produk

Beberapa kalimat yang kerap digunakan dalam Call To Action adalah “Beli sekarang”, “Baca selengkapnya”, “Daftar hari ini”, “Donasi sekarang juga”, dan lain sebagainya.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Template Website Estetik untuk Situs Webmu!

Manfaat Call To Action Bagi Bisnis

manfaat CTA
Foto Diskon Produk Pakaian. (Sumber: Pexels.com)

Selain bisa mengarahkan audiens untuk melakukan pembelian, kamu juga bisa mendapatkan beberapa manfaat lain dari penggunaan CTA.

Ingin tahu, manfaat apa saja yang bisa kamu dapatkan dari menggunakan Call To Action? Berikut penjelasannya:

1. Mengarahkan Audiens pada Tindakan Tertentu

Salah satu manfaat utama penggunaan Call To Action adalah bisa membantu kamu untuk mengarahkan audiens pada tindakan tertentu.

Dengan adanya CTA, perjalanan audiens untuk melakukan hal tertentu yang dikehendaki menjadi lebih singkat.

Karena dalam menjalani sebuah bisnis, cukup sulit bagi kamu untuk berasumsi bahwa prospek akan mengikuti jalur penjualan yang telah diprediksi atau inginkan.

Namun dengan CTA, kamu bisa lebih leluasa dalam mengarahkan mereka untuk melakukan tindakan tertentu.

Entah itu melakukan pendaftaran layanan, pengunduhan aplikasi, pembelian produk, dan lainnya yang diharapkan.

Baca Juga: Perbedaan Landing Page dan Website yang Perlu Diketahui

2. Meningkatkan Konversi

Selanjutnya, manfaat Call To Action adalah bisa membantu kamu dalam meningkatkan konversi.

Melansir SBA U.S. Small Business Administration, tingkat konversi sangat penting untuk bisnis apa pun. CTA tertentu dapat dirancang untuk mengubah pengunjung menjadi prospek secara lebih mudah.

Misalnya, dengan menambahkan Call To Action pada halaman arahan (landing page) yang dapat mendorong pengunjung untuk meninggalkan detail seperti nama, nomor telepon, dan email mereka.

Informasi seperti ini sangat bermanfaat bagi sebuah bisnis untuk memelihara hubungan baik dengan pengunjung dan menjaga prospek.

3. Menciptakan Lebih Banyak Penjualan

Manfaat lain dari penggunaan Call To Action adalah bisa membantu bisnis kamu mendapatkan lebih banyak penjualan.

Sebab, CTA bisa menciptakan rasa urgensi dalam benak audiens sehingga mendorong mereka untuk melakukan tindakan tertentu, seperti pembelian produk atau layanan.

Rasa urgensi dalam kalimat CTA, seperti “Beli Sekarang”, “Daftar Hari Ini”, “Selama Stok Masih Ada”, akan membuat mereka merasa bahwa ini merupakan kesempatan yang langka dan tak boleh dilewatkan.

Mereka pun akan mengambil tindakan tersebut secepat mungkin.

Baca Juga: Cara Cek Traffic Website Gratis, Yuk Analisis Kinerja Bisnismu!

4. Mendorong Audiens untuk Berbagi

Tidak hanya bisa meningkatkan penjualan dan memelira prospek, manfaat berikutnya dari Call To Action adalah dapat mendorong audiens untuk berbagi.

Ini berlaku pada konten online yang dibuat oleh sebuah brand untuk memperkuat pemasaran. Misalnya, konten foto, video, atau artikel.

Biasanya, pada konten tersebut memiliki CTA berupa pernyataan “Bagikan Sekarang” agar audiens bisa membagikannya kepada audiens lain.

Secara tidak langsung, jumlah visitor pun akan meningkat dari CTA tersebut.

Cara Membuat Call To Action yang Efektif

cara membuat cta
Foto Cara Membuat Call To Action. (Sumber: Freepik.com)

Lantas, bagaimana cara membuat Call To Action yang efektif agar audiens bisa melakukan tindakan tertentu yang kamu kehendaki? Berikut tipsnya!

1. Gunakan Kata Kerja Perintah yang Kuat

Untuk membuat CTA yang efektif untuk mendapatkan seluruh manfaat yang telah disebutkan di atas, coba gunakan kata kerja perintah yang kuat.

Dilansir Wordstream, jika kamu membuat CTA untuk meningkatkan penjualan, gunakanlah kata “Beli”, “Belanja”, atau “Pesan”.

Sementara jika CTA digunakan untuk mempromosikan buletin atau katalog online, mungkin dapat memakai kata “Unduh” dan “Berlangganan”.

Apabila kamu ingin menggunakan CTA untuk memeroleh informasi audiens, dapat menggunakan kata “Isi formulir untuk…” atau “Cari tahu caranya dengan klik berikut”.

CTA yang menggunakan kata perintah akan lebih mudah dipahami dan mendorong audiens untuk melakukan tindakan tertentu sesuai keinginanmu.

2. Gunakan Kata yang Memancing Emosi dan Antusiasme

Selain menggunakan kata kerja perintah yang langsung menuju kepada intinya, kamu juga dapat membuat CTA dengan kata-kata yang memancing emosi dan antuasiasme audiens.

Misalnya, dengan memakai kalimat “Beli sekarang dan dapatkan potongan hingga 70%”.

Audiens yang melihat atau membacanya pasti akan lebih tergerak untuk melakukan pembelian karena penawaran menarik tersebut.

Baca Juga: Apa Itu Lead? Berikut Jenis dan 6 Cara Penerapannya

3. Tempatkan CTA di Lokasi Strategis

Untuk membuat CTA yang efektif, kamu juga perlu memikirkan di mana letak atau penempatan yang tepat.

Dalam hal ini, kamu perlu menempatkan Call To Action pada lokasi-lokasi yang strategis, di antaranya:

  • Bagian Atas Halaman

Bagian atas halaman merupakan tempat yang paling strategis untuk menempatkan CTA. Sebab, audiens tidak perlu bergulir lebih jauh untuk menemukannya.

  • Bagian Navigasi

Tempat lain yang mendapatkan perhatian penuh dan cocok untuk lokasi CTA adalah bagian navigasi.

Kata “Memulai” atau “Pelajari lebih lanjut” pada navigasi bagian atas atau bawah halaman dapat mendorong audiens untuk mengambil tindakan.

  • Bagian Margin

Bagian margin juga merupakan lokasi yang tepat untuk menempatkan CTA.

Kamu pun dapat menyertakan tombol CTA untuk memberikan penawaran di sepanjang sisi konten dan pembaca dapat melihatnya saat mereka menggulirnya.

  • Bagian Akhir

Bagian akhir juga bisa menjadi lokasi yang ideal untuk menempatkan CTA.

Jika mereka telah membaca sampai akhir halaman atau email marketing kamu, kemungkinan besar mereka tertarik.

Jadi, sediakanlah sarana untuk terlibat lebih jauh di akhir teks menggunakan CTA.

Bagian mana pun yang kamu pilih, pastikan untuk menempatkan CTA di lokasi yang mudah untuk ditemukan audiens.

Jangan sembunyikan di halaman lain, diselipkan di samping nomor telepon teks kecil, atau ditempatkan dalam halaman yang sulit untuk ditemukan setelah beberapa klik/pencarian.

4. Komunikasikan Penawaran dengan Jelas

Hal lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan dalam membuat Call To Action adalah komunikasikanlah penawaran sejelas mungkin.

Beri tahu audiens manfaat atau keuntungan apa yang akan mereka dapatkan setelah mengikuti ajakan bertindak dari kamu.

Jangan hanya menggunakan kalimat “Beli sekarang dan dapatkan potongan harga”. Namun, jelaskan juga produk atau layanan apa yang mendapatkan diskon.

Apa saja keunggulan dari produk tersebut dan berikan informasi bermanfaat lainnya yang sekiranya dibutuhkan oleh audiens.

Baca Juga: Yuk, Ketahui Jenis dan Manfaat Email Marketing untuk Bisnis Online

5. Ciptakan Rasa Mendesak

Kamu ingin kata-kata call to action buatanmu dilirik banyak calon membeli. Ini saatnya memainkan sisi psikologis pembeli. 

Kamu bisa menambahkan kata-kata yang memberi kesan mendesak sehingga pemilu mendapatkan trigger untuk mengecek produk-produkmu. 

Misalnya, kamu bisa menambahkan kata-kata “penawaran terbatas” atau “berlaku hari ini saja.”

Ini akan membuat orang yang melihat iklan produkmu, jadi merasa harus membelinya dengan segera. 

Contoh kalimat call to action:  “Ayo, dapatkan Diskon 50%, hanya berlaku hari ini!”

6. Gunakan Warna dan Desain Menonjol

Ingat, satu hal ini sebaiknya dihindari ketika membuat call to action, yakni membuat tulisan dengan warna yang pucat dan desain seadanya. 

Tahukah kamu mengapa demikian? Call to action yang seperti itu jadi tidak terlihat oleh mata pembeli. Selain itu, tidak menarik untuk dilihat. 

Ada baiknya kamu membuat CTA dengan menggunakan warna yang kontras dengan latar belakang didesain dengan menarik. 

Pastinya, ini akan membuat para calon pembeli melirik penawaranmu atau produk yang kamu jual. 

Baca Juga: Bisa Dicoba, Contoh Kata-Kata Promosi Jual HP di Online Shop!

7. Lakukan Personalisasi

Ketika membuat call to action, kamu harus sudah tahu tipe dan siapa audiens yang dihadapi. Dengan begitu, kamu akan mudah mengetahui segmentasi atau kategori dari audiensmu. 

Nah, setelah sudah melakukan segmentasi, kamu bisa membuat CTA yang disesuaikan dengan audiens kategori masing-masing. 

Jadi, audiens kamu merasa relate dengan produk dan penawaran yang diberikan oleh perusahaan bisnismu. 

Contoh kalimat call to action: “Spesial untuk Kamu, Diskon 50% Produk Perawatan Bayi!”

8. Gunakan Multimedia

Terkadang, call to action tidak cukup dengan kata-kata saja. Kamu harus menyiapkan konten lain untuk mendukung promosi penawaran produkmu. 

Jangan ragu untuk membuat sebuah konten pendukung, seperti video tutorial, video animasi, ataupun foto carousell.

Di sini, calon pembeli akan merasa lebih terbantu untuk memahami informasi penawaran dan produk yang diberikan.

Baca Juga: 6 Perbedaan Promosi Online dan Offline, Mana Lebih Baik?

Itu dia penjelasan Call To Action beserta tips membuatnya yang efektif.