Waspada Wabah Cacar Monyet, Bisa Fatal bagi Bisnis

Share this Post

cacar monyet
Table of Contents

Akhir-akhir ini, cacar monyet menjadi perbincangan banyak orang.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan telah menetapkannya sebagai wabah darurat global.

Ditetapkannya cacar monyet (monkeypox) sebagai keadaan darurat kesehatan internasional ini disebabkan oleh tingginya kasus cacar monyet yang telah menyerang berbagai negara di dunia.

Melansir CNN Indonesia, monkeypox sudah menyebar di 75 ribu negara dengan lebih dari 16 ribu kasus.

Tentu saja, hal ini memunculkan sejumlah kekhawatiran. Apalagi, pandemi COVID-19 pun belum usai sehingga banyak masyarakat yang ketakutan akan dampak wabah monkeypox.

Berikut sejumlah informasi mengenai cacar monyet yang perlu kamu waspadai, beserta dampaknya bagi kehidupan ekonomi maupun sosial.

Baca Juga: 7 Dampak Resesi Global Terhadap Indonesia

Mengenal Penyakit Cacar Monyet

cara mengatasi aplikasi shopee lemot
(Foto pengguna ponsel. Sumber: Freepik.com)

Bagi kamu yang belum tahu, cacar monyet merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus human monkeypox (MPXV) orthopoxvirus dari famili poxviridae yang bersifat highlipatogenik atau zoonosis. Jadi, penularannya terjadi dari hewan ke manusia.

Sebenarnya, penyakit tersebut bukanlah suatu hal baru.

Dikutip dari CNBC Indonesia, monkeypox pernah ditemukan pada tahun 1970-an di Republik Demokratik Kongo.

Hingga pada tahun 2003-an, penyakit ini muncul untuk pertama kalinya di luar wilayah Afrika. Lalu dinyatakan sebagai epidemi di Nigeria di tahun 2017.

Kemudian pada 2022, kasus monkeypox mulai meningkat di wilayah luar Afrika.

Tepatnya menyerang kaum gay di wilayah Eropa. Padahal, orang yang terinfeksi tidak memiliki riwayat perjalanan ke Afrika.

Hingga kini monkeypox terdeteksi di berbagai negara di dunia. Dengan jumlah lebih dari 14.000 kasus.

Melonjaknya kasus cacar monyet di sejumlah negara membuat World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkannya sebagai keadaan darurat kesehatan global. 

Gejala dan Tahap Perkembangan Penyakit

gejala cacar monyet
(Foto dokter dan pasien. Sumber: Pexels.com)

Penyakit cacar monyet dapat menular dari hewan ke manusia. Hal ini bisa terjadi apabila manusia berinteraksi langsung dengan hewan yang telah terinfeksi.

Beberapa jenis hewan yang dapat menulari monkeypox, yaitu tupai pohon, tikus Gambia, tikus bergaris, dormice, dan hewan primata.

Penularannya sendiri dapat melalui gigitan, cakaran, kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, lesi di kulit, atau mukosa hewan yang terinfeksi virus.

Manusia yang terinfeksi pun bisa menulari orang lain melalui saluran pernapasan dan lesi pada kulit.

Ketika terinfeksi, manusia dapat merasakan beberapa gejala, berikut di antaranya yang dikutip dari CDC:

  • Adanya lesi di daerah genital dan anorektal atau di dalam mulut.
  • Lesi terasa nyeri hingga fase penyembuhan atau lesi berubah menjadi gatal dan berkerak.
  • Tinja bernanah atau berdarah, nyeri dubur, atau pendarahan pada bagian dubur.
  • Demam dan gejala prodromal lainnya seperti menggigil, limfadenopati, malaise, mialgia, atau sakit kepala.
  • Gejala pernapasan berupa sakit tenggorokan, hidung tersumbat, atau batuk.

Adapun masa inkubasi virus sebelum timbulnya gejala, yaitu sekitar 3-7 hari. Ketika timbul, gejala ini dapat berlangsung selama 2-4 minggu.

Lebih lengkapnya, berikut tahapan cacar monyet yang perlu diwaspadai:

  • Tahap Enanthem, ditandai dengan munculnya lesi pertama di lidah dan mulut.
  • Tahap Makula, ditandai dengan munculnya lesi makula atau bintik-bintik/bercak pada kulit yang berlangsung selama 1-2 hari.
  • Tahap Papula, perkembangan lesi makula (datar) hingga sedikit mengangkat berbentuk benjolan.
  • Tahap Vesikel, lesi berubah menjadi veskular dengan sedikit mengangkat dan berisi cairan bening.
  • Tahap Pustula, lesi menjadi pustular yang ditandai dengan adanya cairan bening dan buram, dengan benjolan yang cukup tajam dan terasa bulat ketika disentuh. Tahap ini biasanya berlangsung selama 5-7 hari.
  • Tahap Keropeng, merupakan tahap di mana pustula berubah menjadai berkerak dan berkeropeng. Keropeng ini akan berlangsung selama seminggu sebelum benar-benar rontok.

Baca Juga: Efek Domino Kenaikan Harga BBM, Ini 4 Tarif yang Juga Naik

Belum Ada Obat untuk Mengatasinya

obat vaksin cacar monyet
(Foto vaksin. Sumber: Pexels.com)

Di tengah jumlah kasus yang semakin banyak, penyakit monkeypox belum ditemukan obatnya hingga saat ini.

Namun, penyakit tersebut diketahui dapat sembuh dengan sendirinya dalam jangka waktu 14-21 hari.

Pasien yang terdiagnosis biasanya akan diobati berdasarkan gejala yang muncul sehingga keluhannya menjadi lebih ringan.

Para ahli kesehatan menyebutkan bahwa wabah ini dapat dikendalikan. Masyarakat yang telah mendapatkan vaksin cacar dinilai memiliki tingkat infeksi yang lebih kecil.

Vaksin tersebut bernama vaksin JYNNEOSTM yang memiliki efektivitas hingga 85%.

Namun, pemberian vaksin ini telah dihentikan usai pemberantasan cacar secara global.

Kasus Pertama Cacar Monyet di Indonesia

kasus cacar monyet indonesia
(Foto laki-laki menggunakan masker. Sumber: Unsplash.com)

Sampai sekarang, kasus monkeypox kian melonjak. Diketahui, ada 15 negara yang memiliki jumlah kasus cacar monyet tertinggi.

Sebut saja Spanyol, Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Prancis, Belanda, Kanada, Brasil, Portugal, Italia, Belgia, Swiss, Peru, Republik Demokratik Kongo, dan Israel.

Indonesia pun telah mendeteksi adanya kasus monkeypox pertama.

Dikabarkan, pasien tersebut merupakan laki-laki berusia 27 tahun dengan riwayat perjalanan ke luar negeri.

Gejala yang dialami berupa ruam di beberapa bagian tubuh. Mulai dari ruam di wajah, telapak tangan dan kaki, area tangan, hingga alat kelamin.

Pasien yang juga diketahui mengalami demam tersebut akhirnya melakukan isolasi mandiri di rumah karena gejalanya cenderung ringan.

Baca Juga: Dampak Konflik Taiwan VS China Bagi Perdagangan Global

Cara Pencegahan

pencegahan cacar monyet
(Foto memasak daging hingga matang. Sumber: Unsplash.com)

Mengingat penyakit ini telah ditetapkan sebagai kondisi kesehatan darurat global, maka setiap masayarakat di berbagai negara diminta untuk melakukan tindak pencegahan.

Berikut cara pencegahan monkeypox menurut Kemenkes RI:

  • Hindari kontak dengan hewan yang dapat menjadi reservoir virus (termasuk hewan yang sakit atau yang ditemukan mati di daerah di mana cacar monyet terjadi).
  • Hindari kontak dengan bahan apa pun, seperti tempat tidur, yang pernah bersentuhan dengan hewan yang sakit.
  • Pisahkan pasien yang terinfeksi dari orang lain yang mungkin berisiko terinfeksi.
  • Lakukan cuci tangan yang baik dan benar setelah kontak dengan hewan atau manusia yang terinfeksi.
  • Menggunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat pasien yang terinfeksi.
  • Memasak daging dengan benar dan matang.

Dampak Cacar Monyet secara Ekonomi dan Sosial

cara mengatasi inflasi
(Foto grafik ekonomi. Sumber: SIRCLO Photo Stock)

Ditetapkannya monkeypox sebagai keadaan darurat kesehatan secara global, menyebabkan sejumlah dampak di berbagai sektor.

Secara sosial, monkeypox bisa saja menyebar luas layaknya COVID-19 sehingga dinyatakan sebagai pandemi. Hal ini akan lebih mungkin terjadi di daerah dengan jumlah penduduk yang tinggi.

Sebab, penularan di negara berpenduduk padat bisa sangat cepat terjadi, serta mungkin sulit untuk dikendalikan apabila fasilitas kesehatannya tidak siap dan memadai.

Apabila hal tersebut benar-benar terjadi, sektor perekonomian pun turut terdampak. Seperti efek pandemi COVID-19 yang menyebabkan inflasi tinggi di berbagai negara.

Tingkat inflasi yang sulit dikendalikan bisa merambah ke hal-hal lainnya.

Misalnya tingkat pemutusan hubungan kerja karyawan di berbagai perusahaan karena bisnis kesulitan untuk menjalankan operasinya.

Goncangan dari segi ekonomi ini tentu dapat menyebabkan berbagai efek. Contohnya meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan akibat PHK besar-besaran.

Belum lagi harga kebutuhan pokok yang terus meningkat, tetapi daya beli masyarakat lesu karena pendapatan mereka berkurang.

Masyarakat dan pemerintah pun sama-sama berjuang di tengah sulitnya kondisi sosial dan ekonomi yang ada.

Baca Juga: Dampak Inflasi Global, Apakah Indonesia Aman?

Itu dia penjelasan terkait wabah monkeypox, mulai dari penyebaran dan pencegahan, hingga dampaknya bagi manusia.

Mari selalu waspada agar terhindar dari penyakit yang satu ini!