Business Intelligence, Ini Manfaat dan Tools yang Bisa Digunakan

Share this Post

business intelligence
Table of Contents
shopee pilih lokal

Business intelligence (BI) adalah proses memunculkan dan menganalisis data dalam suatu organisasi sehingga bisa membuat keputusan bisnis yang tepat.

Ini merupakan perangkat lunak yang bisa digunakan oleh perusahaan untuk mengelola data-data penting.

Dengan alat business intelligence, pebisnis dapat mengakses berbagai jenis data secara historis dan terkini, dari pihak ketiga dan internal, serta data semi-terstruktur maupun data tidak terstruktur seperti media sosial.

Kemudian, business intelligence akan mengurai semua data bisnis dan menyajikan laporan yang mudah dicerna, ukuran kinerja, dan tren yang dapat membantu pembuatan keputusan manajemen.

Baca Juga: Jenis-Jenis Sistem Bisnis untuk Bantu Kamu Kelola Usaha

Manfaat Business Intelligence

manfaat business intelligence
(Foto presentasi data bisnis. Sumber: Freepik.com)

Lantas, apa saja manfaat perangkat lunak yang disebut sebagai business intelligence ini? Berikut di antaranya yang perlu kamu ketahui:

1. Sebagai Pusat Data

Fungsi utama BI ialah sebagai pusat data. Jadi, semua data bisnis bisa disimpan di sini.

Perusahaan mengumpulkan data dari berbagai database, portal, sistem manajemen hubungan pelanggan (CRM), sistem perencanaan sumber daya perusahaan (ERP), dan banyak lagi untuk disimpan dalam tools ini.

Dengan BI, semua data bisnis yang kamu miliki bisa disatukan untuk disimpan secara lebih rapi. Data pun akan ditampilkan berdasarkan kueri tertentu sesuai dengan permintaan pengguna.

2. Akses Data Menjadi Lebih Mudah

Dengan adanya BI, semua data bisnis yang kamu perlukan akan tersimpan lebih teratur. Kamu pun bisa mengakses data tersebut dengan lebih mudah.

Bahkan, semua karyawan yang ada di perusahaan dapat mengaksesnya dengan praktis.

Setiap karyawan tanpa keahlian teknis, hingga pekerja magang, dapat mengakses dan menganalisis data yang diperlukan untuk tim mereka.

3. Bantu Membuat Keputusan Bisnis

Semua data yang dikelola oleh BI bisa menjadi acuan yang akurat untuk membuat keputusan bisnis secara efektif.

Jadi, semua keputusan usaha bisa dipertanggungjawabkan karena dibuat berdasarkan bukti dan data.

Ketika ada kendala, tools pun akan membantu proses identifikasi masalah sehingga kamu dapat menemukan solusi yang paling tepat dalam mengatasinya.

4. Membuat Laporan Otomatis

Kini, proses pembuatan laporan tidak lagi dilakukan secara manual.

Semua jenis data yang dibutuhkan dalam pembuatan suatu laporan bisa dikerjakan secara otomatis menggunakan BI.

Jika kamu memerlukan laporan tentang suatu produk selama periode waktu tertentu, alat ini akan menghasilkannya.

Apabila informasi tersebut penting dan kamu ingin menambahkannya ke presentasi, kamu punn dapat membuat visualisasi interaktif dan mengunduh bagan atau grafik apa pun yang diperlukan.

5. Lebih Hemat Biaya Operasional

Dengan semua proses yang diotomatisasi ini, proses analisis, perencanaan, dan pelaporan akan jauh lebih efisien dan akurat daripada sebelumnya.

Kamu pun bisa melakukan banyak hal dengan bantuan BI, mulai dari menganalisis perilaku konsumen, perkiraan penjualan, hingga pemantauan proses secara mudah dan cepat.

Pada akhirnya, waktu, tenaga, dan biaya bisa dikurangi sehingga proses operasional jauh lebih hemat. Tingkat produktivitas dan pendapatan bisnis pun turut meningkat.

Baca Juga: Manfaatkan Marketing Tools sebagai Alat Krusial untuk Campaign

Tanggung Jawab Business Intelligence Analyst

tanggung jawab bi analyst
(Foto pengolahan data. Sumber: Unsplash.com)

Nah, untuk mendapatkan semua manfaat di atas, diperlukan seorang profesional yang mampu mengoperasikan sistem BI.

Sosok inilah yang biasa disebut sebagai business intelligence analyst.

Sebagai seorang business intelligence analyst, ada beberapa tanggung jawab yang perlu dijalankan selama bekerja, berikut di antaranya dikutip dari Indeed:

  • Mengembangkan dan mengelola intelijen bisnis untuk keperluan organisasi.
  • Memberikan laporan melalui aplikasi perkantoran untuk meningkatkan proses bisnis.
  • Berkolaborasi dengan anggota tim dengan tujuan untuk mengumpulkan data dan menjalankan misi perusahaan.
  • Menganalisis persyaratan dan proses bisnis untuk kemudian merekomendasikannya kepada manajemen dan eksekutif untuk diimplementasikan dalam proses operasional.
  • Membuat dan memelihara seluruh dokumentasi yang mencakup desain, persyaratan, dan penggunaan manual untuk organisasi.
  • Mengidentifikasi kebutuhan pengembangan untuk tujuan merampingkan dan meningkatkan operasi organisasi yang lebih efisien dan profitabilitas.

Baca Juga: Ketahui Pengertian serta Jenis Sistem Informasi Bisnis

Skill yang Dibutuhkan Business Intelligence Analyst

skill bi analyst
(Foto business intelligence analyst. Sumber: Freepik.com)

Agar dapat menjalani semua tugas-tugas di atas dengan baik, business intelligence analyst membutuhkan beberapa skill, seperti:

1. Kemampuan Analisis Data

Seorang BI analyst sebaiknya memiliki kemampuan dalam menganalisis data. Sebab, salah satu tanggung jawab BI analyst ialah menginterpretasikan data dalam jumlah besar. Jadi, analisis data termasuk keterampilan penting dalam profesi ini.                   

Dalam hal ini, BI analyst harus dapat memeriksa berbagai sumber data dan menarik kesimpulan yang akurat berdasarkan apa yang mereka lihat.

2. Membuat Visualisasi Data

Tidak hanya menganalisis data, seorang business intelligence analyst juga perlu memiliki keterampilan dalam membuat visualisasi data.

Hal ini karena sebagai seorang BI analyst, salah satu bagian penting dari pekerjaan kamu bukan hanya untuk mendapatkan pola dalam data tetapi untuk memvisualisasikan data sedemikian rupa sehingga pola ini terlihat jelas.

Jadi, kamu yang terjun ke dalam profesi ini harus memiliki pengetahuan tentang berbagai bagan yang dapat digunakan untuk memvisualisasikan data.

Semua bagan tersebut dapat membantu kamu dalam membuat keputusan bisnis.

Sebab, bagan-bagan itu dapat menunjukkan tren yang perlahan berubah atau tempat di mana perubahan kritis terjadi secara tiba-tiba.

3. Keterampilan Komunikasi

Keterampilan komunikasi seringkali menjadi poin penting yang diperlukan oleh seorang profesional. Termasuk dalam profesi BI analyst ini.

Hal ini karena salah satu tugas utama BI analyst adalah menerjemahkan data menjadi informasi yang dapat dipahami orang lain.

Jadi, kamu harus dapat mendeskripsikan data, menjelaskan interpretasi mereka terhadapnya, dan menguraikan tindakan yang dapat diambil perusahaan berdasarkan interpretasi data tersebut.

Semua proses penyampaian informasi penting bagi bisnis tentu akan berjalan dengan lancar apabila kamu memiliki kemampuan komunikasi yang baik.

4. Memiliki Pengetahuan Seputar Industri

Skill lain yang dibutuhkan seorang BI analyst, yakni pengetahuan seputar industri atau bidang bisnis yang digelutinya.

Dengan begitu, kamu bisa menyelesaikan setiap tanggung jawab sebaik mungkin.

Pengetahuan yang mendalam seputar industri yang kamu tekuni juga bisa membuatmu menjadi seorang ahli profesional nantinya.

5. Pengetahuan Pemrograman

Dalam mengelola data, seorang BI analyst membutuhkan sistem teknologi yang mumpuni. Oleh karena itu, pengetahuan pemrograman sangat diperlukan.

Banyak solusi memerlukan penggunaan bahasa pemrograman yang berbeda untuk melakukan analisis data lanjutan seperti R, Python, dan Javascript.

Dengan pengetahuan pemrograman yang cukup, kamu pun bisa menemukan solusi dari masalah atau kendala yang dihadapi selama mengelola data bisnis.

6. Mampu Memecahkan Masalah

Dilansir dari laman Indeed, seorang BI analyst harus dapat menginterpretasikan data untuk mengidentifikasi area masalah dan kemudian menyajikan solusi berdasarkan data agar masalah tersebut bisa ditangani.

Maka dari itu, kamu yang berprofesi sebagai BI analyst perlu memiliki kemampuan dalam memecahkan masalah secara efektif.

Dalam hal ini, kamu harus dapat menyusun saran yang dapat ditindaklanjuti untuk meningkatkan operasi dan memengaruhi pengambilan keputusan dengan lebih baik.

7. Memiliki Fokus Terhadap Detail

Skill lainnya yang diperlukan oleh BI analyst yakni memiliki fokus dan orientasi terhadap detail.

Sebab, proses pengelolaan data harus dilakukan dengan seteliti mungkin. Jangan sampai ada bagian yang terlewat.

Hal ini karena data sekecil apapun bisa memberikan informasi yang amat berguna bagi bisnis.

Baca Juga: Social Media Analytics, Ini Metrik yang Diukur dan Kegunaannya

Alat Business Intelligence yang Bisa Digunakan Perusahaan

alat business intelligence
(Foto analyst. Sumber: Pexels.com)

Ini dia daftar tools business intelligence yang dapat dimanfaatkan oleh organisasi bisnis dalam menjalankan operasionalnya.

1. Microsoft Power BI

Microsoft Power BI merupakan tools business intelligence yang dapat kamu manfaatkan untuk mempermudah operasional bisnis. Ini merupakan tools BI yang dibuat oleh Microsoft.

Kamu bisa mengunduh perangkat lunak ini untuk mengolah berbagai data.

Misalnya menyinkronkan Microsoft Power BI dengan sumber data seperti Facebook, Oracle, dan lainnya, sehingga dapat menghasilkan laporan dan dashboard data dalam hitungan menit.

Microsoft Power BI memiliki fitur-fitur yang amat berguna untuk mengelola data. Dengan kemampuan AI bawaan, integrasi Excel, konektor data, serta menawarkan enkripsi data end-to-end dan pemantauan akses secara real-time.

2. Tableau

Tableau dikenal dengan kemampuan visualisasi datanya yang ramah pengguna, sehingga mudah digunakan dan dapat merampingkan proses pengolahan data.

Dengan analitik visual langsung, pengguna dapat melihat tren data secara cepat dan mudah.

Tableau juga mendukung sumber data seperti Microsoft Excel, Box, file PDF, Google Analytics, dan lainnya. Jadi, semua proses pengelolaan data dari berbagai sumber (database) bisa dilakukan dengan praktis.

Selain itu Tableau juga menawarkan beberapa produk standalone seperti Tableau Desktop (yang dapat digunakan untuk siapa saja) dan Tableau Server (analitik khusus untuk digunakan oleh organisasi), Tableau Online (hosted analytics untuk organisasi) dan banyak lagi. Kamu pun bisa memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan.

3. QlikSense

Tools BI selanjutnya yang bisa kamu coba gunakan agar proses pengelolaan data bisnis jadi lebih praktis, yakni QlikSense.

QlikSense memiliki tampilan antarmuka ramah pengguna yang dioptimalkan untuk layar sentuh, AI canggih, dan platform cloud berkinerja tinggi.

Kamu pun dapat menggunakan QlikSense dari perangkat apa saja dan kapan pun sesuai kebutuhan.

Salah satu fitur menarik dalam platform ini adalah Search & Conversational Analytics yang memungkinkan kamu untuk mengajukan pertanyaan sekaligus menemukan wawasan data baru dengan lebih cepat dan mudah.

Baca Juga: Tableau untuk Mengolah Data Bisnis, Ini Manfaatnya

4. Dundas BI

Dundas BI adalah alat BI berbasis browser yang telah banyak digunakan organisasi bisnis karena tersedia sejak puluhan tahun silam.

Fitur Dundas BI ini memungkinkan penggunanya untuk menganalisis data sendiri, tanpa melibatkan tim IT mereka. Sebab, cara menggunakannya mudah dan cepat sehingga bisa dioperasikan dengan praktis.

Alat ini juga dikenal karena kesederhanaan tampilan dan fleksibilitasnya melalui dasbor interaktif, laporan, dan analitik visual.

5. SAP Business Object

SAP Business Object bisa menjadi pilihan tools BI lainnya untuk kamu coba. Alat ini menawarkan pelaporan komprehensif, analisis, dan visualisasi data interaktif.

Platform ini berfokus pada kategori seperti Pengalaman Pelanggan (CX) dan CRM, rantai pasokan digital, ERP, dan lainnya.

Dengan SAP Business Object, kamu pun bisa mengolah data dari database tersebut secara lebih mudah dan cepat.

Itu dia penjelasan seputar business intelligence yang perlu kamu ketahui. Sudahkah kamu menggunakannya untuk keperluan operasional perusahaan?

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X