Apa Itu CDN? Cari Tahu 4 Fungsi Utamanya!

Share this Post

fungsi-dari-proxy-server
Table of Contents
shopee pilih lokal

Apa Itu CDN atau content delivery network?

Dapat dikatakan ini merupakan layanan untuk mengoptimalkan kinerja situs web kamu.

Apakah kamu memiliki bisnis online atau e-commerce? Tentunya kamu ingin situs web kamu stabil dan cepat diakses, apalagi dari pengunjung yang ada di luar negeri.

Kecepatan merupakan aspek penting dalam dunia digital, terutama jika bisnismu sangat bergantung pada jaringan digital. 

Imperva mengungkapkan, penundaan selama dua detik menyebabkan penurunan konversi sebesar 7%, penurunan page views sebesar 11%, dan penurunan kepuasan pelanggan sebesar 16%.

Semua masalah di atas bisa diatasi oleh CDN. Oleh karena itu, kamu harus tahu apa itu CDN dan bagaimana cara kerjanya.

Dalam artikel ini akan dijelaskan apa itu CDN, bagaimana cara kerjanya, fungsi, hingga siapa yang bisa menggunakannya. Simak sampai akhir, ya!

Baca Juga: Apa Itu Website Single Page? Ini 8 Manfaatnya

Apa Itu CDN? Ini Pengertiannya

apa itu CDN
(Ilustrasi jaringan digital. Sumber: Freepik.com)

CDN merupakan singkatan dari content delivery network. Namun bagaimana pengertian lengkapnya?

Jadi, apa itu CDN? Mengutip dari Tech Target, CDN adalah sekelompok server yang terdistribusi secara geografis dan saling berhubungan. 

CDN menyediakan konten internet yang di-cache dari lokasi jaringan terdekat dengan pengguna untuk mempercepat pengirimannya.

Setelah tahu apa itu CDN, ketahui pula apa tujuannya.

Tujuan utamanya, yaitu untuk meningkatkan kinerja web dengan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengirim konten dan media yang kaya ke pengguna.

Arsitektur CDN juga dirancang untuk mengurangi latensi jaringan yang disebabkan oleh pengangkutan lalu lintas jarak jauh dan melintasi beberapa jaringan. 

Menghilangkan latensi merupakan hal penting. Pengertian latensi ini adalah ukuran yang digunakan untuk melihat seberapa lama suatu data dikirimkan.

Hal ini karena konten, video, dan perangkat lunak yang lebih dinamis sebagai layanan, dikirimkan ke perangkat seluler yang jumlahnya makin banyak.

Penyedia CDN menyimpan konten yang di-cache di points of presence (POPs) mereka sendiri atau di pusat data pihak ketiga.

Saat pengguna meminta konten dari situs web, jika konten di-cache di CDN, permintaan tersebut akan diarahkan ke server terdekat dengan pengguna. 

Kemudian mengirimkan konten yang di-cache dari lokasinya di tepi jaringan. Proses ini tidak terlihat oleh pengguna.

Banyak perusahaan menggunakan CDN untuk menyimpan konten situs web untuk memenuhi kebutuhan kinerja dan keamanan mereka. 

Permintaan layanan CDN meningkat karena situs web menawarkan lebih banyak video streaming, e-commerce, dan aplikasi cloud, di mana kinerja tinggi adalah kuncinya. 

Beberapa CDN memiliki POPs di setiap negara. Akibatnya, perusahaan harus menggunakan beberapa vendor CDN di negara yang dituju. 

Hal ini untuk memastikan perusahaan memenuhi kebutuhan pelanggan dan pengguna mereka, di mana pun mereka berada.

Selain caching konten dan pengiriman web, penyedia CDN menawarkan layanan yang melengkapi fungsionalitas inti dan memanfaatkan kehadiran mereka di tepi jaringan. 

Ini termasuk layanan keamanan untuk proteksi distributed denial-of-service (DDoS), web application firewalls (WAF), dan bot mitigation.

Layanan lain yang ditawarkan, termasuk layanan kinerja dan akselerasi web serta aplikasi. 

Ada pula pengoptimalan video streaming dan media siaran, serta manajemen hak digital untuk video. 

Beberapa penyedia CDN bahkan membuat interface program aplikasi mereka dapat digunakan oleh bisnis lain untuk memenuhi kebutuhan unik mereka. Inilah jawaban dari apa itu CDN.

Baca Juga: 8 Manfaat SSL Certificate untuk Keamanan Website

Cara Kerja CDN

apa itu CDN
(Ilustrasi jaringan digital. Sumber: Freepik.com)

Selain mengetahui apa itu CDN, kamu juga perlu tahu bagaimana cara kerjanya. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, CDN dapat meningkatkan kinerja situs web.

Namun yang menjadi pertanyaannya, yaitu bagaimana caranya?

Untuk meminimalkan jarak antara pengunjung dan server situs web kamu, CDN menyimpan versi cache dari konten di beberapa lokasi geografis. 

Lokasi ini disebut sebagai POPs, atau titik kehadiran.

Setiap POPs berisi sejumlah server caching yang bertanggung jawab untuk pengiriman konten ke pengunjung dalam jarak dekat.

Intinya, CDN menempatkan kontenmu di banyak tempat sekaligus. Ini memberikan cakupan terbaik bagi pengguna situs web kamu. 

Misalnya, ketika seseorang di negara lain mengakses situs web kamu yang di-hosting di Indonesia, hal itu dilakukan melalui POP setempat yang ada di negaranya. 

Itulah penjelasan singkat apa itu CDN dan bagaimana CDN bekerja. Dengan demikian, CDN sangat berguna jika kamu memiliki situs web yang memang dimaksudkan untuk audiens internasional. 

Misalnya, kamu memiliki e-commerce yang menerima pemesanan dari luar negeri. Bisa juga media online yang menargetkan audiens dari berbagai negara.

Agar CDN berfungsi, CDN harus menjadi gateway default untuk semua lalu lintas masuk. 

Untuk mewujudkannya, kamu harus memodifikasi konfigurasi DNS domain root (misalnya, domain.com) dan subdomain (misalnya, www.domain.com, sub.domain.com).

Untuk domain root, kamu harus mengubah A record untuk menunjuk ke salah satu rentang IP CDN. 

Untuk setiap subdomain, ubah data CNAME-nya agar mengarah ke alamat subdomain yang disediakan CDN.

Hasilnya, DNS merutekan semua pengunjung ke CDN kamu ketimbang diarahkan ke server asli situs webmu.

Bagi orang awam, semua ini mungkin terdengar membingungkan. Namun jangan khawatir.

Banyak vendor CDN yang menawarkan petunjuk langkah demi langkah untuk membantumu melewati fase aktivasi.

Semua proses untuk mengaktifkan CDN biasanya memakan waktu sekitar lima menit.

Baca Juga: 6 Fungsi Landing Page bagi Bisnis, Bisa Tingkatkan Brand Awareness!

Apa Saja Fungsi CDN?

apa itu CDN
(Ilustrasi jaringan digital. Sumber: Freepik.com)

Berdasarkan penjelasan di atas, kamu pasti sudah mulai memahami apa itu CDN. Pada intinya, CDN dapat meningkatkan kinerja web dengan mengirimkan konten secara cepat.

Namun fungsinya tidak hanya itu semata. Fungsi dan manfaat CDN bervariasi, tergantung pada ukuran dan kebutuhan properti Internet. 

Berikut ini sejumlah fungsi CDN yang bisa dirasakan oleh para pengguna.

1. Mempersingkat Waktu Loading Situs Web

Dengan mendistribusikan konten lebih dekat ke pengunjung situs web menggunakan server CDN terdekat, pengunjung mengalami waktu loading yang lebih cepat. 

Pengunjung cenderung cepat meninggalkan situs yang lambat memuat konten. CDN dapat mengurangi bounce rate.

Jumlah waktu yang dihabiskan oleh pengunjung di sebuah situs pun menjadi meningkat.

Dengan kata lain, situs web yang lebih cepat membuat lebih banyak pengunjung tinggal dan bertahan lebih lama.

2. Mengurangi Biaya Bandwidth

Biaya konsumsi bandwidth untuk hosting situs web merupakan pengeluaran utama untuk situs web. 

Melalui caching dan pengoptimalan lainnya, CDN dapat mengurangi jumlah data yang harus disediakan oleh server asal.

Hal ini tentunya dapat mengurangi biaya hosting untuk pemilik situs web.

Baca Juga: Cara Kerja dan Meningkatkan Bandwidth, Ikuti, Yuk!

3. Memperbaiki Ketersediaan dan Pengulangan Konten

Sejumlah besar lalu lintas atau kerusakan hardware dapat mengganggu fungsi situs web normal. 

Berkat sifatnya yang terdistribusi, CDN dapat menangani lebih banyak lalu lintas dan mencegah kerusakan hardware lebih baik daripada sebagian besar server.

4. Meningkatkan Keamanan Situs Web

CDN dapat meningkatkan keamanan dengan menyediakan mitigasi DDoS, peningkatan sertifikat keamanan, dan pengoptimalan lainnya.

Lalu ada fitur yang lebih canggih, seperti bot protection, WAF, proteksi DDoS, dan lain-lain. Semua ini tersedia sebagai add-on di CDN tertentu. 

Add-on semacam itu biasanya mahal dan mengonfigurasinya juga membutuhkan waktu dan usaha. 

Oleh karena itu, add-on digunakan oleh perusahaan yang memang menghadapi tantangan seperti itu dan mampu menerapkan solusi khusus yang lebih mahal.

Baca Juga: Apa Itu HTTPS? Pahami Fungsinya agar Toko Online Aman dari Peretas

Siapa yang Menggunakan CDN?

apa itu CDN
(Ilustrasi keamanan siber. Sumber: Freepik.com)

Setelah mengetahui apa itu CDN, kini pertanyaan beralih mengenai siapa yang bisa menggunakan CDN.

Jawabannya, yaitu hampir semua orang. Saat ini, lebih dari separuh lalu lintas sudah dilayani oleh CDN. 

Angka-angka itu dengan cepat naik setiap tahun. Kenyataannya, jika ada bagian dari bisnismu yang online, ada beberapa alasan untuk tidak menggunakan CDN.

Apalagi ketika begitu banyak yang menawarkan layanan CDN secara gratis. Bahkan sebagai layanan gratis, CDN bukanlah untuk semua orang. 

Khususnya, jika kamu menjalankan situs web yang dilokalkan secara ketat. Selain itu, sebagian besar pengguna situs web kamu berada di wilayah yang sama dengan hosting kamu. 

Jika kondisinya seperti ini, memiliki CDN cenderung menghasilkan sedikit manfaat. Dalam skenario ini, menggunakan CDN malah dapat memperburuk kinerja situs web. 

Hal ini karena CDN memperkenalkan titik koneksi lain yang tidak penting antara pengunjung dan server yang sudah ada di dekatnya.

Namun, sebagian besar situs web cenderung beroperasi pada skala yang lebih besar. Ini menjadikan penggunaan CDN sebagai pilihan populer di sejumlah sektor.

Mulai dari periklanan, media dan hiburan, game online, e-commerce, pendidikan tinggi, hingga pemerintah.

Baca Juga: Mengenal Serangan Trojan dan Bagaimana Caranya Menyerang Komputer?

Itulah penjelasan mengenai apa itu CDN. Semoga artikel ini dapat menjawab pertanyaanmu mengenai apa itu CDN.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X